Menu

Duh! 5 Mitos Bercinta Saat Hamil Ini Masih Dipercaya, Apa Saja Ya?

12 Januari 2022 16:30 WIB
Duh! 5 Mitos Bercinta Saat Hamil Ini Masih Dipercaya, Apa Saja Ya?

Suami dan istri. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bekasi —

Gak jarang banyak orang yang masih percaya dengan mitos yang beredar tentang hubungan seks saat hamil. Padahal, kebenarannya belum terbukti secara ilmiah.

Alhasil, gak dapat dipungkiri juga kehadiran mitos tersebut menjadikan beberapa pasangan merasa takut atau enggan berhubungan seks ketika hamil.

Namun, jangan khawatir. Jarcques Moritz, MD, direktur Endoskopi dan Divisi Ginekologi St. Luke’s-Roosevelt Hospital, New York, menyebut bahwa berhubungan badan saat hamil aman dilakukan.

Lantas, apa saja mitos seks saat hamil yang masih dipercaya? Bagaimana fakta di baliknya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

1. Bercinta Saat Hamil Bisa Melukai Kepala Bayi

Hayo, siapa yang masih berpikir seperti ini? Anda gak sendirian. Faktanya, masih banyak pasangan yang percaya akan mitos yang satu ini.

Tapi, jangan khawatir lagi. Hal ini sama sekali enggak benar. Pada dasarnya, seks selama kehamilan gak akan memengarunhi perkembangan bayi secara fisik maupun sarafnya.

Janin terlindungi dengan baik di dalam kantung ketuban dan dibalut oleh lendir di mulut serviks. Maka dari itu, penetrasi yang terjadi tidak akan menyentuh kepala janin, atau bahkan menyakitinya.

2. Gerakan Bercinta Membahayakan Janin

Ini juga gak benar. Justru, endrofin yang dilepaskan dalam tubuh ibu setelah sesi bercinta akan membantu menyenangkan janin dalam kandungan juga. Meski memang, posisi bercinta perlu lebih diperhatikan demi kenyamanan bumil.

3. Janin Bisa Memergoki Pasangan Bercinta

Tidak ada bukti ilmiah jika janin akan sadar dan ingat bahwa orangtua mereka sedang bercinta. Hal ini juga disetujui oleh para pakar. Menurut mereka, janin memang bisa menangkap gerakan dan suara dalam rahim, tetapi belum bisa menafsirkan situasi yang terjadi. Jadi, tidak akan menyebabkan kerusakan fisik maupun psikologis baginya kelak.

4. Orgasme Bisa Sebabkan Keguguran

Kontraksi orgasme dan kontraksi persalinan adalah dua hal yang berbeda. Kram yang dirasakan setelah berhubungan seks merupakan hal normal terjadi.

5. Penetrasi yang Dalam dapat Membahayakan Janin

Seperti yang sudah dijelaskan, janin terlindungi dengan baik di kantung ketuban sehingga penetrasi tidak akan melukainya. Selain itu, ketika berhubungan seks, vagina juga akan menjadi super elastis sehingga secara alami menciptakan jarak beberapa sentimeter antara penis dan leher rahim.

Nah, itulah beberapa mitos seputar seks saat hamil yang masih dipercaya. Setelah mengetahui faktanya, Anda jangan khawatir lagi. Anda bisa menikmati aktivitas seks selama masa kehamilan. Meski begitu, jika masih ragu, tidak ada salahnya juga untuk konsultasi terlebih dulu ke dokter kandungan, ya.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan