Ilustrasi seseorang sedang overthinking. (Pinterest/Freepik)
Overthinking meruapakan istilah yang kerap digunakan untuk seseorang yang terlalu keras memikirkan sesuatu. Hal ini bisa memicu pelakunya memiliki perasaan khawatir berlebih. Namun, hal ini gak boleh dianggap masalah sepele, terlebih sudah berlangsung lama.
Psikiatri Guntara Hari menjelaskan, bahwa gak ada seorang pun yang gak memiliki masalah, termasuk dalam hal asmara. Namun, setiap orang atau pasangan memiliki caranya sendiri untuk mengatasinya.
"Overthinking menjadi penyebab gangguan emosi atau kecemasan. Maka, penting untuk hidup fokus dalam satu hal dalam satu waktu," jelas Guntara dalam live Instagram-nya, sebagaiman dikutip dari Genpi.co.
Dia menjelaskan, seseorang yang mengalami overthinking merasa kebiasaan tersebut adalah sifat hati-hati saat mengambil keputusan, padahal nggak demikian.
Berikut adalah tiga dampak serius bila seseorang overthinking dalam sebuah hubungan.
Seseorang yang mengalami overthinking pasti akan merasa mudah lelah. Sebab memikirkan hal yang sama secara berulang-ulang.
Hal ini tidak hanya membuat aktivitas terganggu tapi juga mengalami insomnia. Selain itu, hubungan asmara juga menjadi tidak sehat.
Gak hanya menghambat aktivitas, seseorang yang cenderung overthinking pasti memiliki emosi yang sulit dikendalikan.
Karena terus memikirkan hal berulang, akan memicu perasaan mudah panik, insecure hingga memiliki perilaku aneh kepada pasangannya.
Terakhir, sering overthinking berdampak pada kesehatan mental. Hal ini juga berpengaruh pada kesehatan fisik.
Kebiasaan ini biasanya menyebabkan kamu mudah mengalami sakit kepala, demam, nyeri pada dada, hingga sesak nafas.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.