Virus corona yang menginfeksi manusia bisa sebabkan efek serius bagi penderitanya. Sebelumnya disebutkan bahwa pasien virus corona yang telah sembuh akan alami kerusakan paru-paru permanen, kini ada berita mengejutkan baru. Para ilmuwan mengatakan bahwa virus corona dapet menyebabkan pasien yang kondisinya parah alami kerusakan otak.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19 berisiko alami kerusakan otak, menyebabkan komplikasi, seperti stroke, peradangan, psikosis dan gejala mirip demensia pada beberapa kasus yang parah.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry ini mengamati 125 kasus di Inggris. Peneliti utama, Benedict Michael, dari Liverpool University, mengatakan bahwa hasil penelitian ini berfokus pada kasus corona yang parah.

Baca Juga: Sering Merasa Kesemutan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran Nggak Sih?

Baca Juga: Muncul Kabar Soal Minum Air Setiap 15 Menit Bisa Meluruhkan Virus Corona! Benar Enggak Sih? Ini Jawabannya...

“Ini adalah potret penting dari komplikasi COVID-19 terkait otak pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Sangat penting bagi kami untuk terus mengumpulkan informasi ini untuk benar-benar memahami virus ini sepenuhnya,” kata Sarah Pett, seorang profesor University College London seperti dikutip dari Reuters (26/6/2020).

Komplikasi otak yang paling umum terlihat adalah stroke sebanyak 77 dari 125 pasien. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kerusakan otak dialami oleh pasien berumur di atas 60 tahun. Sebagian besar disebabkan oleh bekuan darah di otak, yang dikenal sebagai stroke iskemik.

Studi ini juga menemukan bahwa 39 dari 125 pasien menunjukkan tanda-tanda kebingungan atau perubahan perilaku yang mencerminkan kondisi mental yang berubah. Dari jumlah tersebut, sembilan diantaranya memiliki disfungsi otak yang tidak spesifik, yang dikenal sebagai ensefalopati, dan tujuh mengalami peradangan otak, atau ensefalitis.

Michael mengatakan temuan itu merupakan langkah awal yang penting untuk mendefinisikan efek COVID-19 pada otak.

Baca Juga: Tambah 1.268 Kasus Positif Corona! Ini Sebaran Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Baru Per 7 Juli 2020, Mana Saja Ya?

Baca Juga: Tembus 66.226 Kasus Corona Per 7 Juli 2020! Ini Provinsi yang Laporkan Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak daripada Positif Baru...

"Kami sekarang membutuhkan penelitian terperinci untuk memahami mekanisme biologis yang mungkin terjadi sehingga kami dapat mengeksplorasi potensi perawatan," katanya.