Masker diketahui efektif menekan angka kasus penularan virus corona. Enggak heran deh kalau makser jadi barang wajib di tengah pandemi virus corona ini.

Meski begitu, penggunaan masker tak disarankan oleh para ahli kesehatan saat seseorang ingin berolahraga. Para ahli kesehatan khawatir tentang efek buruk dari penggunaan masker selama olahraga.

Masker dapat mencegah droplets yang terkandung virus corona ke udara saat orang yang terinfeksi tak sengaja batuk, bersin atau bahkan berbicara. Tetapi, masker itu juga dapat membatasi kinerja pernapasan saat berolahraga.

Baca Juga: Olahraga Bisa Sebabkan Cedera, Ini Tips untuk Menghindarinya

Baca Juga: Wanita Wajib Tahu! Penelitian: Olahraga Teratur Dapat Mengurangi Risiko Berat Badan Naik saat Menopause

Sebuah makalah, baru-baru ini diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, mengamati efektivitas penggunaan masker selama berolahraga. Hasilnya, saat olahraga mengenakan masker dapat membatasi pernapasan dan menyebabkan ketidaknyamanan. Namun, saat tak menggunakan masker, itu dapat melepaskan lebih banyak tetesan ke udara saat orang bernapas lebih berat.

Untuk memahami efek dari mengenakan masker selama pandemi COVID-19, para ilmuwan bekerja dengan para atlet untuk melakukan tes terpisah.

"Dalam pengalaman pribadi saya, detak jantung lebih tinggi pada intensitas relatif yang sama ketika mengenakan masker. Kamu harus mengantisipasi terjadinya delapan hingga 10 denyut lebih tinggi per menit," kata Cedric Bryant, presiden dan kepala sains dari American Council on Exercise seperti dikutip dari Irish Times.

Itu berarti detak jantung mulai meningkat saat olahraga setelah mengenakan masker.

Baca Juga: Untuk Menjaga Masker Kain Kamu Tetap Aman dan Bersih Cobain Cara ini Deh!

Baca Juga: Perut Tambah Buncit di Tengah Wabah, Olahraga Atau Diet?

Dalam percobaan lain, Len Kravitz, seorang profesor ilmu olahraga di University of New Mexico, menemukan penggunaan masker dapat menyebabkan sakit kepala ringan selama olahraga.

Menurut Christa Janse van Rensburg, seorang profesor ilmu olahraga di University of Pretoria di Afrika Selatan, ada cara untuk mengurangi atau menghindari ketidaknyamanan yang disebabkan oleh masker wajah. Pertama harus menggunakan masker yang tepat dan pas.

Selanjutnya ia menyarankan agar menghindari masker bedah selama berolahraga. Itu karena bahan tersebut cepat menjadi basah dan kehilangan kemampuannya untuk memblokir kuman.

Masker kain yang terbuat dari bahan sintetis dapat bekerja lebih baik dalam mencegah penumpukan kelembaban. Pilih masker dengan dua lapis kain atau kurang karena cenderung menyebabkan overheating wajah dan menyempit pernapasan.