Menu

Ternyata Oh Ternyata, Ini Lho Alasan Pasanganmu Suka Selingkuh! Salah Satunya Karena...

Azka Elfriza
17 Januari 2022 20:35 WIB
Ternyata Oh Ternyata, Ini Lho Alasan Pasanganmu Suka Selingkuh! Salah Satunya Karena...

Ilustrasi seorang wanita yang mengetahui suaminya selingkuh dari bekas lipstik pada bajunya. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Jakarta —

Hubungan asmara yang harmonis tanpa di ganggu dengan isu perselingkuhan adalah impian semua orang. Untuk menciptakan hal tersebut, komunikasi dua arahlah yang paling penting untuk dilakukan. Dengan begitu, pasangan yang lainnya akan merasa dihargai dan hubungan dapat berjalan dengan harmonis tanpa hambatan.

Namun, tak jarang orang yang lebih memilih untuk memendam semua hal sendiri hingga memilih untuk selingkuh dibanding menyelesaikan masalah dengan pasangan. Menurut Selterman, ahli psikolog melalui psycnet, jurnal yang dikemukakannya membahas tentang 8 alasan mengapa orang-orang memilih selingkuh. Lalu, apa saja alasannya? Simak ulasan ini.

1. Kemarahan atau ingin balas dendam

Bagi sebagian orang, kemarahan bisa dilampiaskan dengan berbagai hal. Ada yang memilih untuk memberikan silent treatment ke pasangan. Ada juga yang memilih untuk menghabiskan waktu dengan orang lain sebagai pengalih perhatian. Kemarahan ini juga merupakan bentuk balas dendam karena sakit hati yang pernah dirasakan sebelumnya. Sehingga menyelingkuhi pasangan adalah reaksi untuk memberikan balas dendam.

2. Ingin merasa bebas

Dalam berhubungan, tentunya banyak pasangan sudah menentukan batasan-batasan tertentu mulai dari pergaulan hingga pekerjaan. Hal ini membuat sebagian pasangan merasa terkekang dan tak bisa mengekspresikan diri dengan baik. Mencari orang lain yang bisa memahami keinginan mereka yang ingin bebas tanpa halangan membuat hal tersebut menjadi alasan orang berselingkuh.

3. Tak yakin jika benar-benar cinta

Keraguan sering muncul ketika kita dihadapkan masalah dengan pasangan. Pertanyaan lain seperti apakah hubungan yang sedang dijalani patut untuk dipertahankan juga sering membuat perdebatan d iantaranya. Keyakinan akan pasangan harus mulai dibina sejak awal hubungan asmara agar keraguan bisa diatasi di kemudian hari.

4. Tak komitmen

Komitmen hanya dimiliki oleh orang yang telah yakin dan percaya bahwa hubungan antara mereka dan pasangan bisa diteruskan hingga jenjang yang lebih serius. Jika komitmen tersebut belum ada, sebaiknya dikomunikasikan dengan pasangan agar ekspektasi kedepannya bisa diimbangi dengan keadaan. Tak adanya komitmen bisa membuat salah satu pihak merasa tersakiti.

5. Hubungan terlalu membosankan

Siapa bilang hubungan yang baik-baik saja tanpa masalah akan bisa diteruskan jangka panjang? Bagi sebagian orang, tanpa adanya masalah hubungan terasa sangat membosankan. Perdebatan kecil justru menjadi mempererat hubungan antara pasangan asal bisa diselesaikan dengan baik juga.

6. Merasa ditelantarkan/dicueki

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.