Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona selalu bertambah setiap harinya, tapi sebagian negara sudah menuju kehidupan yang kembali normal. Menurut pakar ekonomi Paul Romer, menjalani tes virus corona atau Covid-19 sekali dalam dua minggu adalah syarat untuk menuju kehidupan kenormalan baru, seperti yang dilakukan oleh warga Amerika Serikat.

Bila hal tersebut dilakukan, maka setiap hari akan ada 20 sampai 30 juta tes yang dilakukan terhadap warga Amerika Serikat. Nah, kalau hal tersebut dilakukan, Amerika Serikat bisa kembali ke kehidupan normal sampai vaksin virus corona atau Covid-19 ditemukan. 

Jika usul tersebut diterima, maka biaya yang harus dikeluarkan setiap minggunya adalah sekitar Rp20 triliun. Tapi, biaya tersebut sepadan dengan manfaat yang dihasilkannya.

Baca Juga: Sering Merasa Kesemutan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran Nggak Sih?

Baca Juga: Muncul Kabar Soal Minum Air Setiap 15 Menit Bisa Meluruhkan Virus Corona! Benar Enggak Sih? Ini Jawabannya...

Hal serupa juga disampaikan oleh tim pakar yang dipimpin oleh Harvard University. Melakukan tes terhadap jutaan orang setiap hari untuk mengatasi pandemi virus corona atau Covid-19.

Meski begitu, menurut pakar kesehatan masih bersikeras mengatakan tes massal terhadap warga merupakan hal yang enggak mungkin dilakukan karena pasti akan menimbulkan kerumunan dan enggak ada pyhsical distancing

"Kekhawatiran saya adalah kita akan memberikan harapan palsu jika dengan pengetesan akan mencegah penularan. Bukan itu. Perilaku kita penyebab penyebaran," kata Jonathan Quick, profesor kesehatan publik.

Namun, menurut pakar ekonomi, kalau negara terus melakukan lockdown, perekonomian yang akan menjadi ancaman. 

Baca Juga: Tambah 1.268 Kasus Positif Corona! Ini Sebaran Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Baru Per 7 Juli 2020, Mana Saja Ya?

Baca Juga: Tembus 66.226 Kasus Corona Per 7 Juli 2020! Ini Provinsi yang Laporkan Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak daripada Positif Baru...