Menu

Bermula dari 'Iseng', Cindy Monika Berhasil Masuk Top 15 Miss Indonesia 2019, Begini Kisahnya!

29 Juni 2020 20:30 WIB
Bermula dari 'Iseng', Cindy Monika Berhasil Masuk Top 15 Miss Indonesia 2019, Begini Kisahnya!

Cindy Monika, Top 15 Miss Indonesia 2019 (Instagram/cindymonika_)

HerStory, Jakarta —

Wanita berjuta talenta, menjadi kalimat yang tepat bila menggambarkan sosok si cantik nan penuh bekat, Cindy Monika. Wanita kelahiran 9 Januari 1999 ini, enggak pernah menyangka kalau ia bisa mewakili provinsi Sulawesi Tengah masuk ke dalam Top 15 Miss Indonesia 2019. 

Kepada HerStory lewat siaran langsung di laman Instagram, Cindy mengaku hanya iseng semata saat mendaftarkan dirinya ke dalam audisi Miss Indonesia 2019. Kala itu, secara kebetulan ia dan kedua orang tuanya melewati daerah Kemayoran Jakarta. Ia melihat sebuah baliho besar mengenai pendaftaran audisi Miss Indonesia 2019 yang merupakan hari terakhir saat itu.

Ingin memastikan secara pasti, Cindy pun mengecek kebenarannya lewat laman sosial media Miss Indonesia terverifikasi. Benar saja, hari itu adalah hari terakhir pendaftaran audis Miss Indonesia 2019. Lantaran penasaran dan ingin mencari pengalaman baru, Cindy yang kini merupakan mahasiswa kedokteran di Universitas Pelita Harapan, memberanikan diri untuk menepi dan mengikuti audisi tersebut.

"Kebetulan aku sendiri kalau keluar emang suka dandan dan pakai dres. Terus di belakang mobil sama punya mamah sih jadi ibaratnya ini udah ada sih perlengkapannya, apa aku coba aja ya kebetulan lewat. Pas aku masuk ternyata enggak perlu requirement yang ribet," ujar Cindy seperti dikutip, Senin (29/6/2020).

Si cantik yang juga hobi bermain games ini mengaku, kala itu merasa canggung dengan peserta lain yang menurutnya sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Atmosfer pun seketika berbeda, dengan tekad yang kuat Cindy mengisi formulir yang diberikan kepadanya. Ia menyangka hari itu hanya mengisi formulir saja, tapi ternyata Cindy juga harus mengikuti tes pengetahuan di hari yang sama.

"Akhirnya aku isi formulir, setelah isi formulir aku pikir bakal seleksi formulir aja. ternyata langsung wawancara sama tes pengetahuan. Pas tes pengetahuan untuk yang bidang pengetahuan umum masih inget-inget dikit. Tapi waktu IPS, aku lupa karena kan udah lama enggak menyentuh ya. Jadi aku lebih ke pengetahuan dasar apalagi yang berhubungan sama tubuh manusia," aku Cindy.

Enggak sampai disitu, selang beberapa waktu Cindy mendapati hasil kalau ia lolos dari tes pengetahuan umum yang baru saja diikuti. Di hari yang sama, ia bersama peserta lain yang juga lolos diminta untuk mengikuti tahapan wawancara.

Saat wawancara, wanita yang juga akrab disapa Cimon ini mengaku kalau pikirannya buyar, lantaran merasa kurang percaya diri kalau melihat penampilan peserta lain yang juga lolos. Bahkan, saat itu rasanya ia ingin meninggalkan ruangan dan pergi menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggunya lama di luar gedung tempatnya mengikuti audisi. Tapi kembali lagi, ia membulatkan tekadnya dan menilai kalau ini semata-semata untuk pengalaman baru dalam hidupnya.  

"Aku lebih ditanya ke formulir sih awalnya, bener enggak sama yang kamu tulis ini. Semacam diuji bener enggak sih sama yang kamu tulis. Seperti itu sih jadi lebih ke jujur-jujuran. Sama di tanya soal daerah asal. Aku inget pertama kali itu, sebenarnya ada semacam tes biar tau kamu ditanya sopan atau enggak," lanjutnya.

Saat mengikuti tahapan tes kesopanan, wanita yang juga memiliki hobi melukis ini mengaku seolah Dewi Fortuna berpihak kepadanya saat itu. Tes uji kesopanan yang ia lewati seakan sudah menjadi kebiasaan yang selama ini ia lakukan atas didikan kedua orang tuanya. Mulai dari cara menyapa, memberi salam, hingga tata krama duduk sebelum disuruh oleh tuan rumah, ibarat kata.

"Pas aku ngelakuin itu, terus tiba-tiba ada kru yang bilang gini 'nah kayak gini dong' sebenarnya aku enggak tahu maksudnya apa. Karena kita bener-bener harus ngadep ke depan," sambung Cindy.

Enggak cuma melihat dari etika, rupanya Cindy juga dilayangkan pertanyaan soal dunia perkuliahan. Kala itu, usia Cindy 19 tahun dan masih menjalani tahap awal perkuliahan (semester dua ke atas). Ia ditanya mengenai kesiapan dirinya kalau lolos ke tahap selanjutnya dan bagaimana mensiasati agar kuliahnya enggak terganggu.

"Mungkin salah satu hal yang aku dapatkan, itu melihat dari etika kali ya manners kamu bagaimana, cara duduk cara berdiri dan itu semua ternyata dilihat cara kamu berbicara, cara kamu jalan, ditanya soal kuliah juga kalau semisal lulus kuliahnya bisa kooperatif atau enggak," kata Cindy.

Wanita yang juga merupakan cosplayer ini, harap-harap cemas kala itu. Ia disuruh menunggu untuk mengetahui lolos tahapan wawancara atau enggaknya. Setelah lolos, ia akan mengikuti tahap video dan photoshoot. Cindy mengaku kalau kala itu ia enggak lolos, bukan menjadi suatu hal yang harus disesali lantaran ia yang memang belum menyiapkan diri layaknya peserta lainnya. 

"Tapi, alhamdulilah rezeki enggak kemana, masuk ke tes modeling sama vdeo dan photoshoot. Setelah itu suruh tunggu tiga bulanan, nanti ditelepon balik dan aku Desember di telepon balik bakal karantina dari Januari sampe Februari," ucap Cindy.

Miss Indonesia menjadi kontes kecantikan pertama yang diikutinya. Ia mengaku belum pernah mengikuti kontes serupa sebelumnya, entah pemilihan putri daerah atau kontes kecantikan lainnya. Menjadi kontes kecantikan yang pertama kali diikuti, berkat kecerdasan, sejuta talenta, dan keuletannya mengikuti tahap demi tahap audisi, Cindy Monika berhasil membawa nama harum Provinsi Sulawesi Tengah ke panggung salah satu ajang bergengsi di Tanah Air ini. 

Wah, keren banget ya Beauty! Dari cerita Cindy, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Hasil enggak menghianati usaha. Kalau kamu memang berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik, kamu juga akan mendapatkan hasil yang setimpal. 

Baca Juga: Kiprah Shinta Nurfauzia Tegaskan Kekuatan Women Leadership di FMCG, Intip Yuk Beauty!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan