Bagi penderita diabetes tipe 2, selalu mengelola kadar gula darah adalah hal penting. Dengan begitu, diet memainkan peran penting dalam menjaga kadar glukosa para penderita diabetes agar tetap berada dalam jumlah yang tepat dalam tubuh untuk menghindari masalah kesehatan dan komplikasi. Salah satu hal penting adalah jenis makanan yang dikonsumsi saat sarapan.

Studi menemukan bahwa buah jambu biji baik dikonsumsi untuk para penderita diabetes. Manfaat kesehatan jambu biji telah terbukti efektif untuk mencegah peningkatan gula darah secara tiba-tiba pada penderita diabetes. Makan jambu biji untuk sarapan memungkinkan tubuh menyerap lebih banyak nutrisi.

Melansir laman Medical Daily (30/6/2020) dalam penelitian dengan hewan dan manusia, konsumsi jambu biji atau ekstraknya secara teratur tampak efektif dalam dalam memberikan kontrol gula darah jangka panjang dan resistensi insulin. Satu studi yang melibatkan 19 orang itu juga menemukan bahwa teh daun jambu biji dapat mengurangi kadar gula darah setelah makan. Manfaat kesehatan dari teh daun jambu biji berlangsung selama dua jam.

Baca Juga: Resep Simple Apple Pie Roti Tawar ala Rumahan, Cocok Buat Menu Sarapan Pagi Ini! Yummy!!!

Baca Juga: Sarapan Sehat dengan Omelet Makaroni yang Super Nikmat, Begini Cara Membuatnya!

Sebuah tim peneliti yang berbeda telah menganalisis efek teh daun jambu biji pada 20 orang dengan diabetes tipe 2. Para peneliti mengatakan buah itu membantu menurunkan gula darah partisipan hingga lebih dari 10 persen. Buah ini juga menawarkan manfaat bagi orang yang mencoba menurunkan berat badan.

Jambu biji adalah sumber serat yang baik dan hanya mengandung 37 kalori. Kelebihan berat badan atau obesitas telah dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

Layanan Kesehatan Nasional (NHS) di Inggris mengatakan kombinasi diet sehat dengan buah-buahan dan penurunan berat badan dapat meningkatkan kondisi penderita diabetes. Menjadi aktif secara fisik juga dapat meningkatkan manfaat buah jambu biji untuk menekan kadar gula darah dan menurunkan risiko penyakit diabetes.

“Latihan fisik membantu menurunkan kadar gula darah. Kamu harus melakukan aktivitas olahraga 2,5 jam seminggu. Kamu dapat aktif di mana saja, ini bisa berupa jalan cepat, menaiki tangga, dan melakukan pekerjaan rumah yang lebih berat atau berkebun,” ujar ahli dari NHS.

Baca Juga: Ingin Kontrol Nafsu Makan? Coba Sarapan Tinggi Protein, Dijamin Bisa Tahan Hasrat untuk Ngemil!

Baca Juga: Melewatkan Sarapan Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah Begitu?

Diabetes tipe 2 dikenal karena perubahan mendadak dalam jumlah gula darah dalam darah pasien. Kondisi ini mencegah tubuh merespon insulin dengan baik. Ketika gula darah tinggi dibiarkan tidak diobati, diabetes dapat meningkatkan risiko gagal ginjal, kerusakan saraf, penyakit jantung dan stroke.