Beauty, kamu tahu enggak sih bahwa stroke menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia? Meskipun stroke lebih lazim terjadi pada pria daripada wanita, wanita menyumbang sedikit lebih dari 60 persen kematian akibat stroke.

Untuk itu, kamu harus lebih waspada ya, Beauty. Penting untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari stroke. Kamu bisa ikuti beberapa cara untuk mengurangi risiko stroke sesuai dengan jurnal American Heart Association Stroke yang pertama kalinya mengeluarkan sebuah pernyataan ilmiah mengenai faktor risiko stroke pada wanita.

"Jika kamu seorang wanita, kamu memiliki banyak faktor risiko yang sama untuk stroke dengan pria, tetapi risiko yang dimiliki wanita juga dipengaruhi oleh hormon, kesehatan reproduksi, kehamilan, persalinan, dan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan seks," kata Dr. Cheryl Bushnell, associate professor of neurology di Wake Forest University Baptist Medical Center dan direktur pusat stroke Medical Center, seperti dilansir dari Medical Daily (2/7/2020).

Baca Juga: Catat! Rutin Konsumsi Keju Turunkan Risiko Penyakit Jantung hingga Stroke

Seperti diketahui bahwa stroke terjadi ketika adanya penyumbatan sehingga pasokan darah ke otak jadi tersendat. Untuk bekerja dengan baik, otak membutuhkan oksigen. Meskipun hanya dua persen dari total berat tubuh, otak menggunakan 20 persen dari total oksigen yang dihirup. Arteri mengantarkan darah yang kaya oksigen ke jaringan tubuh, tetapi ketika aliran oksigen ke otak terganggu dan sel-sel otak mulai mati, ini disebut stroke atau kadang-kadang disebut sebagai serangan otak.

Gejala stroke termasuk kesulitan berbicara, berbicara, memahami, dan melihat, serta sakit kepala dan kelumpuhan, menandakan munculnya darurat medis ini. Siapa pun yang mengalami gejala seperti itu harus segera mendapatkan bantuan.

Pedoman baru yang ditetapkan oleh Bushnell dan rekan penulisnya menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko, termasuk tekanan darah tinggi, migrain dengan aura, atrial fibrilasi, diabetes, depresi dan stres emosional, cenderung lebih kuat atau lebih umum dialami wanita daripada pada pria.

Selain itu, preeklampsia dan eklampsia adalah gangguan tekanan darah selama kehamilan yang menyebabkan komplikasi besar, termasuk stroke selama atau setelah melahirkan, serta risiko stroke setelah melahirkan. Pedoman ini dimaksudkan untuk penyedia perawatan primer, termasuk OBGYNs, dan garis besar tidak hanya faktor risiko yang unik bagi perempuan tetapi juga memberikan, dalam beberapa kasus, rekomendasi untuk menghindari bahaya yang meningkat.