Menu

Begini Cara Membujuk Anak yang Gak Mau Sekolah, Boleh Nih Dicoba Moms!

Cherryn Lagustya
20 Januari 2022 16:20 WIB
Begini Cara Membujuk Anak yang Gak Mau Sekolah, Boleh Nih Dicoba Moms!

Ilustrasi anak belajar di kelas (shutterstock/Edited by Herstory)

HerStory, Bekasi —

Biasanya anak yang gak mau pergi sekolah akan menunjukkan sikap ngambek atau merajuk. Bagi anak, sikap ini adalah jurus terbaik untuk mengekspresikan rasa gak terima terhadap sesuatu.

Sebagai contoh, saat anak enggak mau berangkat ke sekolah, anak akan menunjukkan sikap tersebut. Untuk menghadapinya, Moms perlu taktik khusus. Ada beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi anak yang gak mau pergi ke sekolah.

Cari tahu alasan anak gak mau sekolah

Menurut Stanford Children’s Health, American Academy of Pediatric menekankan bahwa anak mungkin mengalami kesulitan untuk menjelaskan alasan mereka gak mau berangkat ke sekolah.

Anak memiliki alasan masing-masing untuk gak pergi ke sekolah. Kamu mungkin mengira anak hanya sekedar malas belajar.

Tapi, gak semua anak seperti itu. Ada pula anak yang menghadapi berbagai permasalahan di sekolah, tapi gak bisa menyampaikan kepada orang tua.

Bicarakan dari hati ke hati

Bantu anak mencari solusi terbaik, sebagai salah satu cara membujuk agar anak mau pergi ke sekolah lagi.

Bila hal ini terkait dengan rasa cemas, berikanlah dukungan dan ajari anak untuk memenangkan diri. Sebagai contoh, mengajarinya atau melakukan teknik relaksasi sederhana bersama.

Kemudian, tanyakan padanya, apa yang bisa kamu lakukan untuk membantunya. Hadirnya sosok orang tua bisa memberikan kekuatan pada si kecil untuk menghadapi kecemasan yang ia rasakan.

Ajak anak untuk menikmati kegiatan sekolah

Cari tahu kegiatan apa yang ia senangi di sekolah. Jika anak menyukai sepak bola, kamu bisa mengarahkannya untuk mengikuti klub futsal. Dengan adanya kegiatan tersebut, waktu di sekolah tentu akan jadi lebih menyenangkan.

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.