Beauty, kamu ingin mengurangi keinginan ngemil di siang hari? Coba sarapan dengan makanan yang tinggi protein deh. Ada salah satu studi yang mengatakan bahwa sarapan tinggi protein diketahui dapat membantu mengendalikan nafsu makan sepanjang hari.

Nah, jika kamu belum sarapan, bisa coba mengonsumsi telur, yogurt, atau kacang-kacangan untuk mengisi perut di pagi hari in. Jangan melewatkan sarapan ya! Hal itu sering dilakukan oleh kalangan anak muda. Padahal penelitian sebelumnya mengaitkan kebiasaan itu dengan risiko obesitas.

Para peneliti di University of Missouri melakukan penelitian tentang pengaruh sarapan kaya protein pada selera makan sehari-hari dari 20 gadis remaja yang kelebihan berat badan atau obesitas yang cenderung sering melewatkan sarapan.

Baca Juga: Resep Simple Apple Pie Roti Tawar ala Rumahan, Cocok Buat Menu Sarapan Pagi Ini! Yummy!!!

Baca Juga: Sarapan Sehat dengan Omelet Makaroni yang Super Nikmat, Begini Cara Membuatnya!

Dipimpin oleh Heather Ledy, asisten profesor di Departemen Nutrisi dan Latihan Fisiologi, para peneliti bermaksud untuk melihat apakah sarapan tinggi protein dapat mengarah pada peningkatan dalam pengaturan nafsu makan dan mengurangi ngemil sepanjang hari. Hasilnya dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition edisi April 2013.

Para partisipan, semuanya berusia 18-20 tahun, ditugaskan satu dari tiga resimen sarapan selama enam hari berturut-turut: kelompok protein tinggi yang makan 350 kalori termasuk telur dan daging sapi, dengan 35 gram protein; kelompok protein rata-rata yang mengonsumsi makanan 350 kalori yang terdiri dari sereal, dengan 13 gram protein; dan kelompok lain yang tak melakukan sarapan sama sekali. Perlu diketahui bahwa semua menu sarapan memiliki kandungan lemak dan gula yang sama, kepadatan energi, serat makanan, dan susu serta kandungan protein nabati.

Pada hari ketujuh, semua peserta menyelesaikan sesi pengujian 10 jam yang termasuk kuesioner nafsu makan dan koleksi sampel darah, diikuti oleh pemindaian otak MRI fungsional yang mengukur respon otak mereka terhadap rangsangan makanan sebelum mereka dijadwalkan untuk makan malam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang sarapan pagi dengan protein tinggi merasa kurang lapar dan lebih kenyang di akhir minggu penelitian daripada mereka yang tidak melakukan sarapan. Pastisipan yang melakukan sarapan tinggi protein merasa kurang lapar dan lebih kenyang daripada mereka yang makan sarapan normal, dan menunjukkan aktivasi otak yang lebih rendah di daerah kortikolimbik tersebut.

Baca Juga: Penderita Diabetes Mari Merapat! Konsumsi Jambu Biji untuk Sarapan Bisa Kontrol Gula Darah Lho

Baca Juga: Melewatkan Sarapan Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah Begitu?

Hanya sarapan kaya protein yang menyebabkan pengurangan keseluruhan kadar hormon ghrelin yang bersirkulasi, yang merangsang rasa lapar; peningkatan hormon PYY, yang meningkatkan rasa kenyang; dan mengurangi tingkat ngemil tinggi-lemak nanti di malam hari.

"Makan sarapan kaya protein berdampak pada dorongan untuk makan di kemudian hari, ketika orang lebih cenderung untuk mengkonsumsi makanan ringan tinggi lemak atau tinggi gula," kata Leidy dalam pernyataan yang disiapkan.

"Data ini menunjukkan bahwa makan sarapan kaya protein adalah salah satu strategi potensial untuk mencegah makan berlebihan dan meningkatkan kualitas diet dengan mengganti makanan ringan tidak sehat dengan makanan sarapan berkualitas tinggi," sambungnya.

Dalam pernyataan itu, Leidy mengatakan bahwa hanya perlu tiga hari makan sarapan tinggi protein sebelum tubuh menyesuaikan keinginan makan hariannya. Godaan makanan cepat saji mungkin membuatnya sulit untuk mengurangi asupan harian, tetapi dia bersikeras bahwa makan pagi yang kaya protein dapat membantu mengurangi hasrat ingin ngemil.

Leidy menyarankan memulai hari dengan konsumsi 35 gram protein berkualitas tinggi. Jika bukan telur dan daging, maka yogurt, susu, keju cottage bisa kamu jadikan pilihan. Untuk ide sarapan berprotein tinggi vegetarian, diisi dengan kacang, tahu, quinoa, dan kacang.