Menu

Selain Dexamethasone, Obat Ini Juga Dipercaya Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Corona Lho!

Nada Saffana
01 Juli 2020 12:15 WIB
Selain Dexamethasone, Obat Ini Juga Dipercaya Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Corona Lho!

Ilustrasi obat virus corona. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Beauty, hingga kini penularan virus corona masih terus berlangsung di berbagai belahan dunia. Para ilmuwan pun terus bekerja keras untuk mencari obat atau vaksin guna menghempaskan virus ini. Namun, ada hal baru yang perlu kamu ketahui nih. Pasalnya ada penelitian yang mengungkapkan obat metformin berguna untuk turunkan risiko kematian pasien corona.

Ya, metformin, obat diabetes yang harganya murah kini dijuluki "keajaiban". Selain karena sifat anti-penuaan yang potensial, obat ini juga diketahui dapat berperan dalam mencegah dampak terburuk dari virus corona. Hal tersebut dibeberkan melalui sebuah studi pracetak dari University of Minnesota.

Penelitian ini merupakan salah satu pengamatan terbesar mengenai faktor risiko virus corona. Seperti diketahui bahwa obesitas dan diabetes adalah dua risiko tinggi yang mematikan terkait COVID-19.

Dengan begitu, para ilmuwan mengamati bahwa metformin dapat menurunkan risiko kematian akibat virus antara 21 24% di antara pasien wanita yang sebelumnya telah menggunakan obat metformin untuk membantu diabetes dan kadar gula darah mereka.

Artinya, penelitian ini menunjukkan bahwa penderita diabetes yang menggunakan metformin jauh lebih kecil kemungkinannya meninggal daripada penderita diabetes yang tidak menggunakan obat tersebut.

Penelitian ini juga menemukan bahwa obat metformin dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat virus karena bisa mengurangi respon inflamasi dalam tubuh.

"Metformin dapat membantu dengan infeksi COVID-19 karena mengurangi peradangan dan mengurangi respons sistem kekebalan tubuh," kata penulis studi utama Dr. Christopher Tignanelli mengatakan kepada Star Tribune

"Dalam beberapa kasus, orang dengan COVID-19 memiliki respon imun yang terlalu reaktif terhadap virus, yang dapat mengakibatkan kematian," sambungnya.

Share Artikel: