Enam bulan sudah virus corona berlangsung dan menyebabkan hampir sepuluh juta kasus infeksi. COVID-19 hingga kini nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti menjangkiti kesehatan manusia. Bahkan para ahli khawatir tentang munculnya gelombang infeksi kedua.

Dengan begitu, para ahli berjuang dengan waktu untuk mengembangkan vaksin virus corona demi mencegah penyebaran infeksi COVID-19 yang berkelanjutan. Pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah merilis 17 kandidat vaksin yang potensial dari berbagai negara.

Dr Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan di WHO, mengatakan hampir 2 miliar dosis vaksin Covid-19 akan siap pada akhir tahun 2021. Tetapi, siapakah orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19? Mungkin orang-orang di negara tempat vaksin efektif pertama dikembangkan. Dengan demikian, ada tekanan dari pemerintah pada perusahaan farmasi dan ilmuwan untuk membuat vaksin sesegera mungkin.

Baca Juga: Dokter: Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran?

Baca Juga: Waduh, Cuma Ada 3 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Corona Baru Per 7 Agustus 2020! di Mana Saja?

Pekan lalu, WHO mengatakan AstraZeneca yang berbasis di Inggris memimpin perlombaan vaksin, sementara dibelakangnya ada jurusan farmasi Moderna yang berbasis di Amerika Serikat.

Moderna, AstraZeneca, BioNTech, Novavax, Sinovac, CanSino Biologics dan Inovio Pharmaceuticals adalah beberapa perusahan yang membuat vaksin potensial demi melawan virus corona. Berikut daftar vaksin yang telah memasuki uji klinis:

  • Vaksin ChAdOx1-S yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneda
  • Vaksin Ad5-nCoV yang dikembangkan CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology
  • Vaksin LNP-encapsulated mRNA yang dikembangkan Moderna dan NIAID
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Wuhan Institute of Biological Products
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Sinovac
  • Vaksin rekombinan SARS-COV-2 dan partikel nano yang dikembangkan Novavax
  • Vaksin 3 LNP-mRNAs yang dikembangkan BioNTech, Fosun Pharm dan Pfizer
  • Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Institut Biologi Medis, Akademi China
  • Vaksin DNA SARS-CoV-2 yang dikembangkan Inovio Pharmaceuticals
  • Vaksin DNA GX-19 yang dikembangkan Genexine Consortium
  • Vaksin Adeno-based yang dikembangkan Gamaleya Research Institute
  • Vaksin Protein Subunit yang dikembangkan oleh Clover Biopharmaceuticals Inc., Glaxosmithkline dan Dynavax
  • Vaksin RBD-Dimer yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, dan Insititut Mikrobiologi China
  • Vaksin LNP-nCoVsaRNA yang dikembangkan Imperial College London
  • Vaksin mRNA yang dikembangkan Curevac
  • Vaksin mRNA yang dikembangkan Akademi Militer Ilmu Pengetahuan China dan Walvax Biotech