Beauty, kamu harus tahu bahwa rokok dan vape bisa meningkatkan risiko mematikan akibat virus corona. Dengan begitu, para ilmuwan pun telah memperingatkan untuk mengurangi penggunaan rokok dan vape di tengah pandemi virus corona, virus yang menganggu pernapasan manusia.

Ilmuwan Jerman dari Universitas Mainz meninjau bukti yang tersedia tentang kerusakan yang disebabkan oleh merokok dan vape pada organ-organ vital dalam tubuh. Baik rokok maupun vape bisa mengeraskan arteri dan meningkatkan risiko pengembangan penyakit paru-paru dan jantung. Dua penyakit itu jadi faktor risiko untuk orang terinfeksi COVID-19 hingga tujuh kali lipat. Waduh, tinggi banget ya!

Dengan penelitian itu, para ilmuwan pun percaya bahwa perokok dan pengguna vape akan lebih berisiko menderita komplikasi dari Covid-19.

"Mereka mengakui merokok lebih beracun bagi tubuh daripada menguapkan melalui vape, tetapi penelitian memperingatkan bahwa menguapkan itu 'bukan alternatif yang sehat'," ungkap para ilmuwan seperti dilansir dari Daily Mail. (3/7/2020).

Baca Juga: Terkait Obat Herbal Corona Hadi Pranoto, Ini Tanggapan Kemenkes

Baca Juga: Waduh! Terkait Obat Herbal Corona, Anji dan Hadi Pranoto Resmi Dipolisikan

Banyak ilmuwan berpikir bahwa nikotin dalam rokok mungkin dapat memblokir virus agar tak memasuki sel dan mencegah terjadinya infeksi. Namun, sebagaimana ditegaskan oleh WHO, merokok tembakau dan waterpipe bisa meningkatkan gejala COVID-19 dibandingkan dengan orang yang tak merokok.

""Karena merokok dan vaping merupakan faktor risiko terjadinya infeksi pernapasan dan memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada sebelumnya, seperti sakit jantung. Ini bisa membuat pasien COVID-19 lebih rentan mengalami gejala parah, sehingga menyebabkan peningkatan mortalitas (kematian)," tulis pemimpi studi, Profesor Thomas Munzel, ahli jantung di Universitas Mainz.