Menu

Pahami 4 Hal Ini Agar Keuangan Rumah Tangga Tetap Lancar, Catat Ya Moms!

25 Januari 2022 19:50 WIB
Pahami 4 Hal Ini Agar Keuangan Rumah Tangga Tetap Lancar, Catat Ya Moms!

Ilustrasi keluarga yang memikirkan pengelolaan keuangan (Seva.id/Edited by Herstory)

HerStory, Bekasi —

Menjalani kehidupan rumah tangga enggak semudah yang dibayangkan. Ada hal yang harus diperhatikan, salah satunya menyangkut keterbukaan soal keuangan baik suami ataupun istri.

Mengingat, masalah keuangan dianggap sensitif apalagi menyangkut utang ataupun penghasilan pasangan. Maka sebaiknya untuk masalah keuangan, pasangan harus saling terbuka satu dengan yang lainnya.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita pahami soal keuangan dalam rumah tangga ketika sudah menikah. Berikut ini dijelaskan 4 di antaranya.

1. Memikirkan keuangan keluarga

Sebelum pusing mikirin katering dan lokasi pernikahan, kemukakan topik soal rencana keuangan keluarga dulu. Dalam diskusi itu, beberkan semua hal ihwal keuangan masing-masing.

Apakah punya utang? Kalau punya, berapa dan kapan jatuh tempo. Penghasilan berapa? Apakah ada kerjaan sampingan?

Tiap individu juga mesti memberikan tujuan finansial jangka pendek, menengah, dan panjang. Misalnya mau investasi reksa dana atau beli kendaraan. Atau rencana pensiun.

Kamu dan pasangan kemudian membicarakan kesamaan dan perbedaan tujuan tersebut. Gunanya, menemukan jalan tengah yang disepakati biar bisa saling dukung dalam mewujudkan rencana keuangan keluarga bersama-sama.

2. Merencanakan pengaturan keuangan

Setelah mendiskusikan tujuan plus kondisi keuangan pribadi, termasuk utang-utang jika ada, langkah selanjutnya adalah menentukan keputusan finansial bersama. Seharusnya ada perubahan dalam finansial dari sebelum dan sesudah menikah.

Padahal keputusan itu ada di tangan pasangan masing-masing. Sebab, memiliki anak memerlukan tanggung jawab besar. Harus direncanakan dengan matang.

Sebelum memutuskan punya anak, siapkan rencana keuangan mencakup biaya pemeriksaan kehamilan hingga persalinan, juga kebutuhan bayi mulai dari popok sampai bedak dan sampo bayi. Yang gak kalah penting, biaya pendidikan anak juga mesti direncanakan.

3. Merencanakan kapan punya anak

Kalau sudah menikah, biasanya orang Indonesia selalu ditanya, “Sudah isi belum?” Sepertinya memang sudah jadi “kewajiban” bahwa sesudah menikah orang harus langsung punya anak.

Padahal keputusan itu ada di tangan pasangan masing-masing. Sebab, memiliki anak memerlukan tanggung jawab besar. Harus direncanakan dengan matang.

Sebelum memutuskan punya anak, siapkan rencana keuangan mencakup biaya pemeriksaan kehamilan hingga persalinan, juga kebutuhan bayi mulai dari popok sampai bedak dan sampo bayi. Yang gak kalah penting, biaya pendidikan anak juga mesti direncanakan.

4. Memikirkan jangka panjang soal pendidikan anak

Masalah biaya pendidikan anak mestinya sudah diputuskan sebelum memiliki anak. Ada beberapa pilihan yang bisa diambil untuk menentukan bagaimana membayar biaya pendidikan anak.

Di antaranya, lewat tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bicarakan dengan pasangan untuk memilih mana yang dianggap terbaik. Yang jelas, biaya pendidikan selalu naik tiap tahun. Makin cepat direncanakan, makin baik karena dana bisa dikumpulkan sedari dini.

Apalagi jika berencana menyekolahkan anak ke luar negeri. Meski bisa lewat beasiswa, kita tetap mesti menyiapkan dana karena gak semua kebutuhan ditanggung oleh dana beasiswa ke luar negeri. 

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan