Dunia sudah banyak dikelilingi oleh perudungan. Sama seperti salah satu cerita seorang ibu ini. Lantaran sang anak menjadi korban bullying di sekolahnya. Karena perudingan itu, ibu ini sakit hati melihat anaknya menjadi korban bullying. Bahkan, anaknya sampai terkena depresi.

Dilansir dari Asia One, Jumat (3/7/2020) seorang ibu bernama Zaiton Yusoff, usia 52 tahun, asal Malaysia, menuntut sekolah negeri di daerah Termelo, pahang akibat bullying yang diderita anaknya.

Zaiton menuntut RM2 Juta atau sekitar Rp6,7 miliar untuk keadilan putrinya yang menjadi korban bullying. Menurut ibu berumur 52 tahun itu, sang putrinya mengalami depresi dan trauma hebat akibat prilaku teman sekolahnya.

Baca Juga: VIral! Siswi di Bekasi Alami Trauma Gegara Bullying Sampai Disuruh Cium Kaki Pelaku!

Baca Juga: Cerita Pilu Aurel Hermansyah, Pernah Jadi Korban Bullying Gara-Gara Gendut, hingga Disangka Sedot Lemak dan Operasi Plastik

"Dia harus menemui psikiater dan psikolog di rumah sakit pemerintah setiap bulan dan diresepkan obat untuk membantunya mengatasi masalah emosional," kata Zaiton seperti dikutip dari Asia One oleh HerStory.

Selain itu, Zaiton mengaku bahwa dulu putrinya adalah seorang yang pintar dan ceria. Tapi sayang, sejak di-bully oleh temannya yang seorang anak laki-laki pada 2019, sikap putrinya berubah jadi emosional, agresif dan menyakiti dirinya sendiri.

"Setelah insiden itu, keluarga memindahkannya ke Selangor untuk meninggalkan kenangan buruk dan tak bahagia di sana," lanjutnya.

Baca Juga: Wadaw! Ellen DeGeneres Suka Merundung Kru, Begini Cerita Mantan Kru!

Baca Juga: Susahnya Wanita Jadi Influencer, Mau Berkarya Saja Serba Salah!

Tentu saja Zaiton tak tinggal diam melihat anaknya yang diperlakukan seperti itu. Dia menunding beberapa pihak yang harus menanggung jawab terkait perudungan yang dialami anaknya, yakni ayah dari pelaku bullying, kepala sekolah SMK seberang Temerloh dan ketua pengarah pelajaran Kementrian Pendidikan Malaysia.

Putri Zaiton mengaku bahwa pada tahun 2015 saat di dalam kelas, teman sekelasnya tersebut melemparkan pulen dan bola kertas ke arahnya saat pelajaran sejarah.

Setelah pelajaran berakhir, diduga teman sekelasnya itu sengaja menampar putri Zaiton dan mulumurkan tubuhnya dengan tinta. Bahkan, dia juga mencubit dan menarik jilbabnya, menonjok dada, perut, kaki, serta payudara.

Mendengar itu dari putrinya, Zaiton menuntut kepala sekolah atas kecerobohan dalam menanggapi keamanan murid ketika di sekolah. Dia juga menuntut pihak sekolah yang tak langsung memberitahu soal kejadian itu.

Seorang ibu asal Malaysia ini membenarkan bahwa putrinya memang alami cedera dibagian dada, paha kiri, mata, lengan, dan leher. Bahkan, putrinya juga menderita trauma hebat dan harus pergi ke psikiater untuk menyembuhkan mentalnya.