Sudah berbulan-bulan, pandemi virus corona atau Covid-19 ini belum juga berakhir. Para ilmuwan juga masih terus berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin agar bisa memerangi virus corona. Vaksin belum juga ditemukan, tapi para peneliti malah menemukan 33 mutasi virus corona yang menunjukkan mutasi dengan cepat.

Mutasi virus ini terjadi melalui peristiwa acak yang dapat memiliki sejumlah efek. Tim ahli dari Scripps Research Institute menemukan bahwa mutasi pada strain virus corona yang dominan di Barat yang disebut G614 telah berkembang biak lebih banyak mentransmisikan lebih efisien ke host lain.

Mutasi yang ditemukan oleh tim Scripps Research Institute ini berkorelasi dengan penelitian yang dirilis oleh University of Sheffield pada April yang menunjukkan bahwa mutasi dalam virus melalui seleksi positif.

Baca Juga: Dokter: Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran?

Baca Juga: Waduh, Cuma Ada 3 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Corona Baru Per 7 Agustus 2020! di Mana Saja?

Pada wilayah strain mutasi G614, para ilmuwan mencatat adanya peningkatan cepat dalam frekuensi dari strain dan itu mampu menjadi strain dominan hanya dalam beberapa minggu.

Beberapa ilmuwan pecaya bahwa mutasi virus corona ini mungkin menambha beberapa tantangan untuk membuat vaksin karena mutasi dapat mengubah seberapa efektif sel kekebalan manusia dapat mengenali infeksi virus.

"Virus corona menghasilkan mutasi sebagai bagian dari replikasi normal mereka. Beberapa di antaranya akan berdampak pada sifat virus," kata Profesor Ian Jones, ahli virologi di University of Reading.