Ketika menikah, harapan setiap pasangan adalah memiliki hubungan yang bahagia dan juga bertahan hingga maut memisahkan. Namun, memang dalam perjalanan waktu pasti selalu ada hal-hal yang membuat hubungan kamu dengan pasangan menjadi goyah atau enggak kokoh. Apabila masalah ini enggak menemukan terselesaikan, banyak pasangan yang akan memilih untuk bercerai sebagai jalan keluarnya.

Namun, keputusan untuk bercerai ini akan menjadi sulit dilakukan apabila pasangan tersebut sudah memiliki anak. Karena jika perceraian akan terus dilakukan maka ini akan menjadi dampak yang cukup besar bagi si anak dalam menjalani kehidupannya. Lalu, apa saja sih dampak yang akan ditimbulkan dari perceraian orangtua terhadap anak? Berikut rangkuman (07/03/2020) berikut ini.

Frekuensi Komunikasi dengan Orangtua Berkurang

Baca Juga: Nggak Berantem, Pernikahan Ririn Dwi Ariyanti Baik-Baik Saja

Baca Juga: Waduh! Wanita Ini Minta Cerai Gegara Suaminya Terlalu Nafsu saat Bercinta

Mungkin beberapa pasangan yang memang memilih untuk berpisah secara baik-baik masalah mengasuh anak akan tetap seperti biasanya, namun hal ini akan berbeda untuk pasangan yang memiliki konflik sebelum bercerai. Beberapa pasangan akan memilih untuk mengurangi frekuensi pertemuan anak dengan orangtuanya yang pastinya akan berdampak pada tumbuh kembang si anak karena peran ayah dan ibu pada dirinya akan berkurang dan memengaruhi psikologisnya.

Sikap Berubah dan Canggung pada Orangtua

Untuk anak yang kehilangan frekuensi untuk bertemu dengan orangtuanya akan sulit kembali dekat dengan mereka, karena secara enggak langsung naluri mengenai sosok ibu dan ayah darinya juga mulai menghilang dan akan berpindah pada orang lain yang menurutnya sudah menggantikan sosok-sosok tersebut.

Kehilangan Arti Keluarga

Baca Juga: Fix Banget! Kim Kardashian Mantap Ceraikan Sang Suami Kanye West!

Baca Juga: Awalnya Gemuk Jadi Punya Body Goals, Wanita Ini Balas Dendam Usai Bercerai dengan Suami

Dampak yang terakhir adalah anak akan mulai merasa kehilangan arti dari sebuah keluarga. Hal ini akan membuat si anak mulai mencari kebahagiaan di luar rumah karena dia enggak mendapatkan kebahagiaan di dalam rumahnya. Maka enggak jarang banyak anak-anak korban perceraian orangtua menjadi jarang di rumah dan lebih sering bermain di luar.