Ilustrasi perut ibu hamil. (Unsplash/Edited by HerStory)
Setiap kehamilan membawa risiko keguguran, di mana risiko tersebut akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Salah satunya risiko kehamilan di usia 40-an.
Hamil di usia 40 tahun membuat wanita lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan. Selain itu, wanita hamil di atas usia 40 tahun lebih mungkin mengalami kelahiran sesar, tekanan darah tinggi, hingga persalinan prematur.
Sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat hamil di usia 40 tahun agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga dengan baik.
Ibu hamil yang berusia 40 tahun harus benar-benar rutin konsultasi ke dokter kandungan. Dengan berkonsultasi, bumil jadi tahu apa saja gambaran penting terkait kehamilan, dan bagaimana menjaga kesehatan.
Kehamilan di usia 40-an lebih menantang secara fisik daripada hamil di usia 20-an atau 30-an. Salah satu risiko terbesar bagi kenyamanan dengan kehamilan paruh baya adalah tingkat kebugaran fsik secara keseluruhan. Jika bumil sebelumnya gak suka berolahraga, maka lebih rentan untuk megalami stres fisik dan ketegangan kehamilan.
Keika hamil, pastikan bahwa kebutuhan gizi ibu dan janin yang dikandung terpenuhi dengan baik. Sebab itu, bumil harus mengonsumsi suplemen sesuai dengan petunjuk dokter untuk mencegah bayi cacat lahir.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.