Menurut The Union Jurnal dikatakan bahwa terdapat berbagai dampak yang bisa berpengaruh pada anak ketika masa new normal ini. Beberapa dampaknya seperti perilaku agresif pada anak seperti kemunduran dalam berperilaku, nafsu makan yang berubah hingga gangguan pola tidur. Selain itu, juga bisa membuat mood anak menjadi mudah berubah marah dan menangis, mencari perhatian kepada orangtua hingga sulit fokus pada sesuatu.

Kemudian menurut Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), kesehatan psikolog orangtua juga sama lemahnya dengan anak-anak ketika dalam kondisi seperti ini. Walaupun anak-anak yang paling terdampak dengan adanya suasana baru ini dengan banyaknya tekanan seperti rasa takut, cemas, bingung karena pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu, orangtua diminta untuk terus ikut berpastisipasi dalam menjaga kesehatan psikologi anak-anak ketika masa pandemic seperti ini. Psikolog mengatakan cara yang bisa dilakukan antara lain menjelaskan kepada anak-anak mengenai kondisi saat ini dan hal-hal yang harus mereka siapkan untuk mengadapinya, usahakan untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka ya, Beauty! Kemudian, pastikan kamu memberikan waktu lebih banyak untuk anak-anak selama belajar hal baru dan bermain.

Baca Juga: Anak Enggak Punya Ekspresi? Waspada Moebius Syndrome, Moms!

Baca Juga: Awas! Jangan Salah Cara Mengajari Anak Pendidikan Seks, Ikuti 5 Tips Ini Moms

Menurut seorang psikolog klinis mengatakan bahwa cara anak-anak untuk menyampaikan maksud mereka kadang bisa berbeda-beda, oleh karena itu sifat sabar dan pengertian orangtua atau teman sebaya harus mencoba memahami dan mendengarkan mereka dengan pendekatan yang baik.

Untuk anak-anak yang memiliki kecenderungan introvert mungkin enggak akan menyampaikan maksud mereka secara lisan namun bisa melalui tulisan dan hal-hal lainnya.

Psikolog juga menambahkan bahwa orangtua harus bersikap lebih proaktif pendekatan dan menawarkan berbagai alternative untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan enggak hanya melalui verbal, namun bisa lewat tulisan atau gambar. Karena bisa jadi dengan media tersebut bisa membantu anak yang sulit menyampaikan pesannya merasa lebih nyaman. Pastikan suasana di sekitar kita juga mendukung anak untuk mengekspresikan perasaannya kepada kita.

Lalu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementriaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin mengatakan bahwa ada penaruh positif yang juga bisa diberikan oleh teman-teman sebaya anak. Jika, teman sebaya enggak bisa menjadi pengaruh positif untuk anak-anak kita maka orangtua sangat direkomendasikan untuk proaktif.

Baca Juga: Cuma Mau Pakai Busana Longgar, Kehamilan Gigi Hadid Makin Tambah Usia!

Baca Juga: Wadaw! Kembali Digalakkan, Program di Kota Cirebon Demi Keselamatan Ibu dan Bayi Saat Persalinan, lho!