Ilustrasi sakit kepala. (pinterest/freepik)
Apakah kamu pernah merasa pusing setelah berhubungan intim dengan pasangan? Kalau iya, jangan terlalu khawatir mengenai hal ini. Sakit kepala usai berhubungan seks disebut dengan coital cephalagia, dan sangat lumrah terjadi pada siapa pun.
Pusing akibat hubungan bertahan selama beberapa menit, tetapi pada beberapa orang, pusing bisa terjadi selama beberapa jam.
Dilansir dari Mayo Clinic, pusing yang tiba-tiba muncul secara perlahan selama berhubungan bisa saja merupakan pusing biasa yang nggak disebabkan oleh kondisi apa pun. Seperti adanya perluasan atau terdapatnya gelembung pada dinding pembuluh darah arteri kepala.
Lalu, koneksi abnormal antara arteri dan vena di otak (arteriovenous malformation) sehingga muncul perdarahan di dalam ruang berisi cairan tulang belakang di dalam dan sekitar otak.
Pada pria bisa disebabkan karena perdarahan dinding arteri otak, stroke, penyakit arteri koroner, penggunaan obat tertentu, seperti pil KB, hingga inflamasi akibat infeksi tertentu.
Segera hubungi dokter bila pusing tidak hilang setelah lebih dari 24 jam, diikuti dengan pingsan, lemah otot, kejang, muntah, serta tegang leher karena cenderung disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
Tindakan penanganan atau pencegahan disesuaikan dengan penyebab. Untuk itu, berkonsultasi dengan dokter merupakan cara tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di JPNN.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.