Beauty, kamu pasti mengetahui bahwa kini di Tanah Air sedang heboh mengenai kalung antivirus. Kementerian Pertanian (Kementan) pun meyakini kalung antivirus itu bisa membunuh virus hingga 80 persen. Hal tersebut pun menuai kontroversi publik. 

Setelah kehebohan tersebut, pihak Kementan akhirnya angkat bicara. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufry, mengatakan dengan tegas bahwa kalung tersebut bukan untuk menangkal virus corona, melainkan terdaftar di BPOM sebagai jamu.

"Ada 3 kriteria di BPOM. Ada sebagai jamu paling bawah di situ tidak ada klaim antivirus Corona," kata Fadjry saat konferensi pers di YouTube, Senin (6/7/2020).

Baca Juga: Kata Sherina Munaf soal Kontroversi Kalung Antivirus Corona: Takhayul yang Diilmiahkan!

Baca Juga: Heboh Kalung Anti Virus Corona, Kementan: Sudah Teruji Klinis dan Mampu Bunuh 80 Persen Virus

Pihak Kementan kembali menegaskan bahwa kalung tersebut efektif hanya untuk meredakan pernapasan sebagai salah satu gejala infeksi virus corona.

"Jamu biasanya cuman membutuhkan hasil lab dan uji klinis, kita sudah teregistrasi di BPOM itu jamu, tentunya kan sudah melalui proses, tidak melanggar aturan di Indonesia. Jadi melegakan pernapasan, tidak ada klaim antivirus di situ" tambahnya.

Kalung antivirus tersebut diketahui terbuat dari eucalyptus (kayu putih). Kalung ini pun dinyatakan siap diproduksi massal pada Agustus 2020 mendatang.