Beauty, kasus virus corona terus berlangsung di Indonesia dan negara lainnya. Penyebarannya yang sangat cepat membuat virus ini bermutasi dengan menginfeksi manusia.

Namun, gejala yang dialami setiap individu akan berbeda-beda lho. Hal tersebut tentunya sudah berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan beberapa bulan terakhir sejak virus corona mulai merebak.

Ada suatu masa ketika satu-satunya gejala nyata dari infeksi virus corona ditandakan dengan demam, batuk dan sesak napas. Seiring berjalannya waktu, daftar gejala infeksi virus corona pun mulai bertambah dan itu akan masih dapat berubah dan berevolusi.

Baca Juga: Waduh! WHO Sebut Vaksin Corona Sputnik V Berstatus Uji Klinis I, Ilmuwan Ragukan Efektivitasnya

Baca Juga: Apa Benar Cegukan Jadi Gejala Virus Corona?

Menurut Forbes, ada 3 gejala baru ditambahkan ke daftar gejala virus corona. Ini berarti bahwa sekarang ada 12 gejala yang harus diperhatikan ketika dicurigai infeksi COVID-19.

Gejala-gejala ini muncul pada daftar "Gejala Coronavirus" di situs web Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Tiga gejala baru adalah hidung tersumbat, mual dan diare. Gejala ini bersamaan dengan gejala yang sudah kita ketahui sebelumnya, seperti demam, sakit kepala, sakit tubuh dan sakit tenggorokan.

Jika kamj berpikir bahwa memiliki daftar gejala yang banyak akan membuatnya lebih mudah untuk didiagnosis, itu salah. Justru sebaliknya, daftar gejala yang banyak sebenarnya dapat membuat lebih sulit untuk mendiagnosis tanpa melakukan tes resmi. Ini semua adalah gejala yang mirip dengan flu biasa, dan dapat dengan mudah disalahartikan sebagai penyakit yang jauh lebih sederhana daripada COVID-19.

Banyak dari pasien COVID-19 juga alami gejala saat menderita alergi musiman, seperti hidung berair dan hidung tersumbat. Penting untuk memperhatikan lebih dari satu gejala. Jika hidung kamu berair, bersamaan dengan demam dan batuk, sebaiknya lakukan tes virus corona.

Baca Juga: Waduh, Hanya 2 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Per 12 Agustus 2020 Lho!

Baca Juga: Mengenal Sputnik V, Vaksin Corona Pertama di Dunia Asal Rusia