Pandemi virus corona belum berakhir dan vaksin untuk virus itu juga belum ditemukan, tapi para peneliti terus berusaha untuk mengembangkannya dan menemukannya secepat mungkin. Meski vaksin belum ditemukan, kini para ilmuwan sudah meyakini bahwa virus corona bisa menyebar di udara.

Virus yang ditularkan melalui udara berarti virus dapat dibawa melalui udara dalam bentuk yang layak. Bagi sebagian besar patogen, ini adalah skenario yang mungkin untuk beberapa jenis virus dan enggak mungkin bagi yang lain.

Dilansir dari New York Times pada Rabu (8/7/2020), para ahli sepakat virus ini enggak akan melakukan perjalanan jarak jauh, tapi tetap hidup di luar ruangan. Namun, bukti menunjukkan virus dapat melintasi panjang ruangan dalam sebuah set eksperimental laboratorium.

Baca Juga: Dokter: Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran?

Baca Juga: Waduh, Cuma Ada 3 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Corona Baru Per 7 Agustus 2020! di Mana Saja?

Para ilmuwan sekarang ini sadar bahwa orang dapat menyebarkan virus meskipun enggak mengalami gejala seperti batuk atau bersin, dan aerosol mungkin menjelaskan fenomena infeksi tersebut. Aerosol yang berukuran lebih kecil dilaporkan mengandung lebih sedikit virus,tapi karena lebih ringan dapat berlama-lama di udara selama berjam-jam.

Beauty, untuk meminimalisir risiko tertular virus corona kamu harus tetap mengikuti protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Tetap menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain ketika berada di luar ruangan. 

Para ahli juga mengingatkan untuk meminimalkan di dalam ruangan tertutup dengan banyak orang, tapi enggak menggunakan masker. Semakin lama berada di dalam, semakin besar dosis virus yang mungkin terhirup.

Selalu jaga kesehatan, ya, Beauty!

Baca Juga: Rekor Lagi! Tambah 2.473 Kasus Positif Corona Per 7 Agustus 2020, Ini Sebarannya di Indonesia...

Baca Juga: Duh! Murid SD Ini Kena Virus Corona di Hari Pertama Sekolah