Menu

Beauty Wajib Tahu! Begini Penjelasan Pakar soal Isu GERD Sebabkan Kematian, Katanya…

10 Februari 2022 18:04 WIB
Beauty Wajib Tahu! Begini Penjelasan Pakar soal Isu GERD Sebabkan Kematian, Katanya…

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, Dokter Spesialis Gastroenterologi di FKUI dan RSCM. (Riana/HerStory)

HerStory, Bogor —

Beauty, apakah kamu salah satu penderita Gastro Esophageal Reflux Disease alias GERD?

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa penyakit asam lambung kronis ini dapat menyebabkan kematian. Benarkah demikian?

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, Dokter Spesialis Gastroenterologi di FKUI dan RSCM, pun angkat suara terkait hal itu.

“GERD tidak mengancam jiwa, namun apabila terjadi terus menerus, diabaikan, dan tidak diobati dengan benar dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding dalam kerongkongan (esophagus). Lama kelaman akan menyebabkan luka kronis, penyempitan pada kerongkongan bawah, sampai terjadi kanker esophagus,” kata Prof. Ari, saat sesi virtual media briefing, sebagaimana dipantau HerStory, Kamis (10/2/2022).

Prof. Ari melanjutkan,meskipun penyakit ini tidak mengancam jiwa secara langsung, tapi kamu harus terus waspada, ya Beauty. Adapun, hal itu berkaitan dengan komplikasi yang menyertai pernyakit tersebut.

“Komplikasi yang harus diwaspadai yakni komplikasi peradangan pada saluran kerongkongan atau esofagus serta kanker esofagus. Apabila tidak diobati dengan tepat, GERD dapat menyebabkan kekambuhan dan komplikasi sehingga menurunkan kualitas hidup bagi penderitanya,” terang Prof. Ari.

Ia pun lantas mengatakan bahwa ada beberapa faktor risiko yang memang dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD. Seperti, obesitas, hernia hiatal, kehamilan, pengosongan lambung yang terlambat dan skleroderma.

“Selain itu, kekambuhan dari GERD juga dapat dipicu oleh beberapa aktivitas seperti merokok, mengkonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus, makan di waktu yang terlalu larut, mengkonsumsi makanan yang berlemak atau digoreng, mengkonsumsi minuman atau makanan berkafein, serta mengkonsumsi obat tertentu seperti aspirin,” paparnya.

Prof. Ari juga menuturkan bahwa penanganan GERD yang tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi peradangan pada dinding dalam kerongkongan atau esofagus. Parahnya, peradangan tersebut dapat menyebabkan munculnya luka hingga jaringan parut di kerongkongan sehingga penderita menjadi sulit menelan.

“Kondisi ini juga memicu terjadinya Esofagitis, Striktur Esofagus, dan Barrett’s Esophagus yaitu penyakit yang berisiko menimbulkan kanker esophagus,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Ari mengatakan bahwa hingga kini, dunia kedokteran pun terus berinovasi di bidang pengobatan GERD dan penyakit terkait asam lainnya. Tujuannya, tentu saja untuk meningkatkan kesembuhan dan mencegah kekambuhan penyakit ini.

Sebagaimana kita ketahui Beauty, GERD adalah penyakit saluran cerna dengan gejala dan komplikasi yang mengganggu, yang diakibatkan oleh refluks atau naiknya isi lambung ke kerongkongan .

Penyakit ini bisa disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter pada esofagus bagian bawah, sehingga tidak mampu menutup dengan baik. Adapun, GERD ditandai dengan sensasi nyeri dan juga rasa terbakar (heartburn) pada dada dan mulut terasa pahit.

Nah Beauty, jika kamu kerap merasakan gejala seperti di atas, jangan segan segera temui dokter ya! Semoga informasinya bermanfaat!

Baca Juga: Tidur Habis Makan Jadi Penyebab Gerd pada Anak

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan