Menu

Berkaca dari Anak Inul Daratista, Kapan Gejala DBD pada Anak Harus Dilarikan ke Dokter?

10 Februari 2022 22:52 WIB
Berkaca dari Anak Inul Daratista, Kapan Gejala DBD pada Anak Harus Dilarikan ke Dokter?

Inul Daratista (Instagram/inul_d)

HerStory, Jakarta —

Memasuki pergantian musim seperti saat ini banyak orang terserang penyakit DBD. Seperti halnya yang dialami putra semata wayang Inul Daratista, Yusuf Ivander alias Ivan.

Diketahui, Inul membagikan kabar tak sedap terkait kondisi sang putra yang terbaring lemah di ranjang  rumah sakit. Inul pun menjelaskan soal kondisi Ivan.

“Anakku tadi pagi msh oke… siang demam 38,9….naik terus sampe 40,1 mual… Fix positiv demam berdarah,” tulis Inul Daratista lewat unggahannya, Rabu (9/2).

Belajar dari pengalaman Inul Daratista, Moms perlu memahami gejala DBD agar lebih sigap saat anak mengidap penyakit ini. Pasalnya, DBD tak bisa kamu sepelekan lho Moms, karena bisa mengancam nyawa kalau tak segera diobati.

Kapan Gejala DBD Harus Dibawa Ke Dokter?

Kalau anak mengalami gejala mual dan muntah, muncul ruam, memar, dan bintik merah, bahkan kesulitan bernapas sebaiknya segera bawa ke dokter. Jangan menunggu gejala lebih parah baru Moms bawa ke dokter, karena DBD tak bisa disepelekan.

Pasalnya, semakin cepat dokter mendiagnosa penyakit yang diderita anak, semakin cepat pula si anak mendapat perawatan dengan tepat. Untuk memastikan diagnosis, biasanya dokter akan meminta untuk melakukan tes darah.

Nah, tes darah ini dilakukan untuk memastikan seseorang positif mengidap DBD atau tidak.

Baca Juga: Beauty, Waspada! Flu hingga Leptospirosis, 5 Penyakit Ini Bisa Muncul saat Banjir

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Golongan Darah O Rentan Terkena Penyakit DBD

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Oleh: Sri Handari