Menu

Moms, Vagina Suka Nyeri Nyut-nyutan Habis Hubungan Seks? Waspada! Ternyata Itu Karena...

15 Februari 2022 10:25 WIB
Moms, Vagina Suka Nyeri Nyut-nyutan Habis Hubungan Seks? Waspada! Ternyata Itu Karena...

Ilustrasi wanita sedang nyeri selangkangan. (Freepik/wayhomestudio)

HerStory, Jakarta —

Seks seringkali dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan. Padahal, beberapa orang bahkan merasakan hal yang sebaliknya lho. Mereka bahkan merasakan nyeri yang tak kunjung hilang seperti nyut-nyutan di daerah vagina usai berhubungan seks.

Rasa sakit sering digambarkan sebagai nyeri, nyeri terbakar atau nyeri tumpul. Beberapa wanita mungkin merasa seperti ada 'penyumbatan atau dinding' di dalam vagina yang mencegah penetrasi. Kadang-kadang, buang air kecil dan buang air besar juga dapat terpengaruh dan menjadi sulit atau tak normal

Mengejutkannya, 1 dari 4 wanita melakukan hubungan seks yang menyakitkan terlepas dari penyebabnya. Ada berbagai jenis vaginismus yang dapat menyerang wanita pada usia berapa pun. Dilansir dari Healthshots, berikut ini rangkuman penyebabnya.

1. Vaginismus primer

Wanita dengan kondisi ini mengalami rasa sakit seumur hidup pada setiap petunjuk penetrasi vagina. Rasa sakit ini mungkin timbul saat memasukkan tampon dan penetrasi saat berhubungan seks. Para pasien mengalami rasa sakit selama upaya pertama mereka berhubungan seks dan sangat sering hubungan mereka tetap tak terselesaikan. Ini juga disebut vaginismus seumur hidup.

Pasangan pria mereka sering merasa terbentur dinding saat mencoba memasukkan penis. Rasa sakitnya mereda segera setelah penetrasi berhenti.

2. Vaginisme sekunder

Ini adalah kondisi yang terjadi ketika penetrasi vagina sangat menyakitkan karena peristiwa tertentu. Alasan mereka bisa karena operasi ginekologi, menopause, infeksi jamur, persalinan, peristiwa traumatis atau masalah hubungan yang tiba-tiba.

Wanita yang menderita vaginismus sekunder biasanya mengalami kehidupan seks yang normal. Beberapa wanita mengalami vaginismus setelah menopause. Hal ini terjadi ketika terjadi penurunan kadar estrogen dalam tubuh dan vagina menjadi kering dan kehilangan elastisitasnya. Pelumasan yang cukup pada vagina setelah menopause membuat hubungan seksual menjadi menyakitkan. Ini juga disebut vaginismus yang didapat.

Baca Juga: Hati-Hati! Bersihkan Miss V Pakai Sabun Bikin Bahaya

Baca Juga: Kamu Suka Pakai Tisu Toilet Usai Pipis? Amankah untuk Kesehatan Miss V?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Azka Elfriza