Ilustrasi pemeriksaan darah. (Shutterstock/Edited By HerStory)
Beauty, pada awal-awal pandemi, peneliti mengidentifikasi bahwa faktor-faktor tertentu membuat beberapa orang lebih rentan terhadap infeksi Covid-19 yang serius daripada yang lain.
Usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, dan warna kulit dapat meningkatkan kerentanan terhadap virus, membuat kamu lebih mungkin menderita infeksi parah dan meningkatkan peluang kematian.
Yang cukup menarik, golongan darah juga telah dikaitkan dengan kerentanan Covid-19, dan dua penelitian baru terus mengkonfirmasi bahwa orang dengan satu golongan darah lebih kecil kemungkinannya untuk sakit parah daripada yang lain.
Dua penelitian yang diterbitkan di Journal Blood Advances, menemukan hubungan yang pasti antara golongan darah dan kerentanan terhadap virus. Namun, tidak sepenuhnya membahas implikasinya bagi pasien.
Studi pertama yang dilakukan oleh peneliti Denmark, memeriksa 473.654 orang yang dites Covid-19. Meskipun golongan darah O diperkirakan mencapai 41,7i populasi, hanya 38,4i kohort yang dites positif terkena virus.
Dalam studi lain, para peneliti di Kanada menemukan bahwa di antara 95 pasien yang sakit kritis dengan Covid-19, hanya 61i mereka yang bergolongan darah O atau B yang memerlukan ventilasi dibandingkan dengan 84% atau mereka yang bergolongan darah O atau B.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.