Menu

Coba Segera Cek! Ini Ciri Kalau Kamu Terkena Risiko Kanker Usus, Salah Satunya Sembelit

16 Februari 2022 14:00 WIB
Coba Segera Cek! Ini Ciri Kalau Kamu Terkena Risiko Kanker Usus, Salah Satunya Sembelit

Ilustrasi kanker usus (Yale University/Edited By HerStory)

HerStory, Bandung —

Kanker usus merupakan salah satu kanker yang dimulai dari usus besar. Kanker ini dimulai dari sistem pencernaan yang mencakup usus besar dan rektum. Ketika sel kanker mulai berkembang di area tersebut, proses pencernaan dalam tubuh pun akan terganggu.

Lalu apa tanda yang menjadi ciri dari kanker usus? Yuk, simak penjelasan berikut, dilansir dari berbagai sumber, Rabu (16/2/2022).

Ciri-ciri Kanker Usus

Kanker usus dapat mengganggu sistem pencernaan sesorang. Ketika mulai mengganggu pencernaan, penderita akan mulai mengalami kebiasaan buang air besar yang berubah. Misalnya, sembelit dan jarang buang air besar menjadi salah satu cirinya.

Kanker usus adalah kanker yang dimulai dari usus besar, yakni bagian dari sistem pencernaan yang mencakup usus besar dan rektum. Saat sel kanker mulai berkembang biak di area tubuh itu, proses pencernaan pun bisa terganggu.

Akibatnya, penderita akan mengalami kebiasaan buang air besar yang berubah. Sejak lama, sembelit dan jarang buang air besar sudah dianggap sebagai faktor risiko kanker usus.

Sebuah Penelitian dalam jurnal Elsevier menunjukkan frekuensi buang air besar yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko penyakit mematikan. Para peneliti pun mengambil data dari studi EPIC-Norfolk untuk menyelidiki hal tersebut.

Studi ini melibatkan 25.663 pria dan wanita berusia antara 45 dan 79 tahun yang tinggal di Norfolk, Inggris Raya. Mereka membuat 3 kategori untuk menilai frekuensi buang air besar para peserta, yakni kurang dari 4 sampai 5 kali buang air besar per minggu, 7 kali buang air besar per minggu dan lebih dari 2 sampai 3 kali buang air besar per hari.

Setelah melakukan analisis, para peneliti menemukan bahwa buang air besar lebih dari 2 hingga 3 kali per hari berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus secara signifikan, dibandingkan dengan buang air besar 1 kali sehari.

Mereka juga menemukan orang yang lebih jarang buang air besar justru menunjukkan risiko kanker usus yang lebih rendah. Selain itu, tekstur feses yang encer atau diare juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus 3 kali lipat.

NHS pun menyarankan semua orang untuk mengunjungi dokter bila mengalami gejala kanker usus selama 3 minggu atau lebih. Menurut NHS, dokter pasti akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan pasien dan riwayat kanker usus di keluarga saat pemeriksaan.

Sebuah penelitian menunjukkan beberapa faktor bisa meningkatkan risiko kanker usus, termasuk usia, genetika, dan gaya hidup. Orang yang memiliki satu atau lebih faktor risiko bukan berarti pasti akan terkena kanker usus. Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak makan daging merah dan olahan bisa meningkatkan risiko kanker usus, tak hanya penyakit jantung.

Daging olahan adalah segala daging yang telah diolah untuk diawetkan dan/atau ditambahkan perasa. Misalnya bacon, salami, sosis, daging kaleng dan chicken nugget.

Faktor lain yang meningkatkan risiko kanker usus, termasuk kelebihan berat badan atau obesitas, aktivitas fisik, merokok, minum alkohol, usia dan riwayat keluarga.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan