Selama virus covid-19 ini dinyatakan hilang maka kita harus tetap terus menjaga kebersihan masing-masing, begitu juga dengan pelayanan kesehatan salah satunya adalah dokter gigi. Menurut Satuan Tugas (SatGas) Covid-19 Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGRI) mengatakan bahwa segala bentuk pengobatan dan konsultasi dengan dokter gigi hanya diperuntukkan untuk kasus-kasus darurat saja. Seperti nyeri yang tak tertahankan, trauma kecelakaan hingga pendarahan fatal.

Syarat utama untuk mendapatkan pelayanan dokter gigi enggak bisa yang kasus biasa-biasa saja kalau memang ingin memeriksakan gigi maka akan dialihkan ke telemedicine karena perawatan gigi juga memiliki resiko yang tinggi karena behubungan langsung dengan aerosol dan air liur pasien.

Lalu, kalau kamu ingin datang ke dokter gigi di tengah pandemic ini maka kamu harus memiliki janji dengan dokter terlebih dahulu agar bisa dijadwalkan kedatangannya.

Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng! Begini Kisah 3 Sahabat yang Sukses Bersama Jadi Dokter

Baca Juga: Tenaga Medis Berikut Ini Bersama-sama Mengunggah Foto dengan Bikini sebagai Bentuk Protes Terhadap Penelitian Seksis!

Hal ini dilakukan untuk memerhatikan kesehatan dan kebersihan sebelum dilakukannya tindakan agar enggak ada pasien yang malah tertular virus covid-19. Kemudian, sangat diharapkan pasien yang datang ke dokter gigi harus dalam keadaan yang sehat agar enggak menularkan kepada pasien-pasien yang lainnya.

Pasien juga harus higienis dan sehat, begitu pula dengan para petugas kesehatan. Dokter gigi akan menggunakan APD lengkap. Tempat praktik seperti rumah sakit dan klinik juga akan dipastikan selalu bersih agar keselamatan pasien bisa terjamin.