Bayi sedang tersenyum. (Unsplash/Edited by HerStory)
Seiring bertambahnya pertumbuhan bayi serta usia, kecerdasan emosional bayi juga akan makin berkembang lho. Pada tahun pertama kehidupan bayi ini yang sangat menarik dan menyenangkan, di mana bayi tumbuh secara eosional dalam pola tertentu.
Sebagai gambaran, berikut tahap perkembangan kecerdasan emosional bayi berdasarkan grafik pertumbuhan Denver II:
Pada tahap perkembangan emosi di masa ini, bayi sedang belajar menunjukkan dua emosi dasar, yaitu kesal dan senang.
Karena gerak fisiknya masih terbatas, ia menunjukkan emosinya tersebut hanya di saat-saat tertentu.
Misalnya, saat si kecil lapar, ia akan menunjukkan emosinya dengan merengek atau menangis.
Memasuki usia perkembangan bayi 4 bulan, si kecil mulai belajar untuk bermain dengan mainannya sendiri.
Sistem saraf bayi akan jadi semakin matang. Si kecil mulai bisa merespons balik hal-hal yang membuatnya senang atau kesal.
Contohnya, si kecil sudah mulai bisa tertawa saat digelitik atau menangis kalau sudah merasa tidak nyaman.
Pada fase ini, tahap kecerdasan emosional bayi mulai pesat. Kini ia nggak hanya kenal emosi senang, kesal, atau marah saja, tetapi juga rasa malu dan takut.
Setelah berusia lebih dari 6 bulan, tahap perkembangan kecerdasan emosional bayi yang akan ia pelajari yakni melambaikan tangan. Hal ini biasanya mulai dilakukan di usia bayi 7 bulan 3 minggu.
Baru kemudian di usia bayi 9 bulan 1 minggu, si kecil sudah terlihat mampu melambaikan tangan dengan luwes.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.