Moms, apa sering memarahi anak meski hanya karena urusan sepele atau mempermalukannya di depan orang lain? Hati-hati, lho. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa Moms termasuk toxic parents. Bukan hanya teman, pasangan atau lingkungan.

Istilah toxic juga berlaku bagi orangtua yang menjadi racun bagi anaknya sendiri. Kalau dibiarkan berlarut-larut, tentu anak bisa mengalami berbagai masalah. Toxic parents ialah orangtua yang gak menghormati dan memperlakukan anaknya dengan baik sebagai manusia. Moms, orang tua bisa melakukan berbagai kekerasan pada anak bahkan membuat kondisi psikologis atau kesehatan mentalnya terganggu, lho! 

Toxic parents juga enggan berkompromi, bertanggung jawab, maupun meminta maaf pada anaknya. Aduh, padahal hal ini seringkali dilakukan oleh orangtua yang memiliki gangguan mental atau merupakan seorang pecandu. Selain itu, trauma di masa kecil akibat pengasuhan yang buruk juga bisa memicu terjadinya hal tersebut, di mana orangtua masih membawa luka lama dan melukai anaknya dengan cara yang sama seperti yang dialaminya dulu.

Baca Juga: Stop! Jangan Samakan Lagi Serangan Panik dan Serangan Kecemasan, Ini Bedanya!

Baca Juga: Sering Merasa Lelah, Inilah yang Selalu Diperjuangkan Penderita Mental Illness

Moms, pahamilah walau orangtua toxic suka berdalih apa yang dilakukannya semata-mata karena kasih sayang, tetapi pola asuh yang toxic tentu saja gak baik untuk dilakukan. Anak membutuhkan cinta dan kasih sayang yang tulus dari orang tuanya. Kalau gak mendapatkan hal tersebut, tentu saja jiwa anak bisa terluka.

Nah, inilah ciri-ciri toxic parents, Moms:

1. Mengutamakan diri sendiri

Toxic parents selalu mengutamakan kebutuhannya sendiri, Moms. Gak mempertimbangkan kebutuhan maupun perasaan anak. Selain itu, ia juga tak akan berpikir mengenai dampak perilakunya tersebut pada anak.

2. Gak bisa memperlakukan anak dengan baik

Orangtua yang toxic gak bisa memperlakukan anaknya dengan baik. Bahkan pada tingkat yang dasar saja, seperti rasa hormat dan kesopanan, mereka gak mau melakukannya. Yang begini juga sengaja melupakan hal-hal penting yang berkaitan dengan anak.

Baca Juga: Musim Hujan Bikin Depresi? Cegah Dengan Ini!

Baca Juga: Wow! Inilah Alasan Kenapa Kamu Harus Menangis!

3. Sulit mengendalikan emosi

Toxic parents mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosinya. Ia cenderung bereaksi berlebihan atau dramatis ketika anak melakukan kesalahan. Duh, kemarahannya seringkali banget gak bisa diprediksi. Ia gak akan segan untuk memukul, memaki atau melakukan kekerasan lainnya.

4. Suka mengontrol

Orangtua toxic senang mengontrol anaknya dengan ketat. Ia akan mengatur apa yang harus dilakukan oleh anak, bahkan kapan dan bagaimana sang anak melakukannya. Toxic parents bakal mencampuri urusan pribadi. Rasa bersalah dan iming-iming menjadi senjata baginya untuk mengontrol anak.

5. Selalu menyalahkan anak

Atas perbuatan yang telah dilakukannya, orangtua toxic justru bakal menyalahkan semuanya pada anak. Selain itu, apa pun usaha dan hasil yang dilakukan oleh anak gak pernah cukup baik baginya. Ia selalu mencari kesalahan dan jarang mengapresiasi anak.

6. Sering mempermalukan anak

Orangtua yang toxic sering mempermalukan anaknya dengan sangat buruk. Ia bakal mengejek, merendahkan, memukul, memaki atau meneriaki anak di depan orang lain, terutama teman-temannya, sehingga anak merasa sangat malu.

7. Merasa bersaing dengan anak

Bukan hanya selalu merasa benar, toxic parents juga akan bertindak seperti orang yang sedang bersaing dengan anak. Jadi, alih-alih menyemangati dan merasa bahagia atas keberhasilan anak, ia malah membuat anak down, mengabaikannya, dan merasa gak suka kalau anak senang. Sedih banget ya, Moms!

Kalau Moms menjadi toxic parents, anak gak akan merasa senang ketika berbicara, menghabiskan waktu atau berpikir tentangmu. Bahkan anak bisa menjadi ketakutan banget, depresi atau emosional sampai melampiaskannya pada hal lain.

Moms, kalau sudah melakukan 7 hal di atas, baiknya berubah dan gak menghancurkan masa depan anak cuma karena egomu. Anak gak pernah meminta dilahirkan dari rahim siapa, titipan Tuhan ini baiknya dijaga setulus hati, bukan beban buat Moms!