Ilustrasi ibu memarahi anak. (Freepik/Edited by HerStory)
Menjadi orang tua enggak mudah dan menjadi fase terberat dalam hidup seseorang, karena harus menghabiskan semua energi dan kesiapan mental untuk menerapkan pola pengasuhan yang baik kepada anak.
Namun, seringkali pola asuh orang tua yang gak tepat, malah mengembangkan sikap anak menjadi tidak baik di masa depan. Dilansir dari laman Times of India, berikut enam hal yang dapat dijadikan patokan apakah pola asuh kamu sudah tepat atau belum sebagai orang tua.
Menurut laman American Academy of Pediatrics, teknik disiplin "hukuman" seperti berteriak dan memukul merupakan metode mendidik yang salah.
Selain tidak memberikan dampak baik, metode ini justru berpotensi membuat anak mengembangkan perilaku agresif dan suka menyelesaikan masalah dengan tindakan kasar ketika sudah dewasa.
Ketidakkonsistenan orang tua terhadap aturan, janji dan komitmen akan memberi anak alasan untuk mengikuti kebiasaan ini.
Solusinya, apabila kamu melanggar aturan berikan konsekuensi pada diri sendiri terlebih dahulu. Berikan anak contoh yang baik tentang konsistensi mengikuti aturan.
Menjadi orang tua adalah fase terberat. Sebab, ketika menjadi orang tua seseorang harus rela menghabiskan semua energi dan kerja keras. Namun, ketika suasana hati kamu sedang tidak baik, tetaplah berlaku baik pada anak, dan jangan melampiaskan emosi pada anak.
Dikarenakan kehidupan kerja orang tua yang sibuk, banyak orang tua tidak mendapatkan waktu untuk berbicara dengan anak-anak mereka.
Kondisi ini yang kerap membuat komunikasi anak dan orang tua sangat terbatas, di mana anak tidak mendapat tempat untuk bercerita. Akhirnya, anak nggak terbuka pada orang tua.
Beberapa orang tua mungkin kerap membelikan barang mahal pada anak, sebagai ganti kurangnya komunikasi dan interaksi mereka atau membayar keberhasilan anak.
Namun, kebiasaan ini justru dapat membuat anak ketergantungan dan tak mampu menahan hasrat memiliki barang-barang mahal.
Aturan emas mengasuh anak ialah tidak membandingkannya dengan anak lain. Misal, tidak membanding-bandingkan nilai anak. Alih-alih membandingkannya dengan orang lain, baiknya orang tua merangkul bakat dan keinginan anak.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.