Selain masker, face shield juga menjadi salah satu barang yang jadi tren di tengah pandemi virus corona. Pelindung wajah berbahan plastik yang digadang-gadangkan efektif cegah penularan virus corona ini sering digunakan oleh masyarakat di masa New Normal. Mengingat virus corona kabarnya menular lewat udara, apakah penggunaan face shield benar-benar efektif?

Berdasarkan penuturan dari dr. Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, penggunaan face shield akan sia-sia jika tanpa mengenakan masker. Pihak WHO telah menyatakan bahwa virus corona bisa menyebar lewat udara, oleh sebab itu, masker jadi barang wajib digunakan di tengah pandemi.

"Dari pemberitaan WHO, diyakini, penularan virus ini tetap terjadi melalui droplet. Hanya yang menjadi masalah ini adalah mikrodroplet, ukurannya ini lebih kecil, dan bisa berada di udara relatif lebih lama, apalagi pada ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak maksimal," jelasnya saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Wah, Kemenkes Jelaskan 4 Tahap Uji Klinis Vaksin Virus Corona! Apa Saja Ya?

Baca Juga: Wah, 6 Provinsi Ini Laporkan Nihil Kasus Positif Corona Baru Per 4 Agustus 2020! Mana Saja Ya?

"Jika dalam satu ruangan tertutup yang sirkulasinya tidak bagus, asapnya bisa bertahan lama. Jadi siapa pun yang hanya menggunakan face shield tanpa masker pasti bisa mencium asap ini. Kurang lebih demikian droplet ini," ungkapnya.

Dengan perumpamaan di atas, dokter Yuri pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan tetap menggunakan masker meskipun telah mengenakan face shield saat ke luar rumah.

"Oleh karena itu, penggunakaan masker mutlak dilakukan. Karena kita tahu, mikrodroplet bisa mengambang di udara. Droplet untuk ukuran besar memang bisa dicegah menggunakan face shield. Tapi tetap kami menyarankan saudara sekalian, gunakan masker, lebih baik kalau bisa ditambah face shield. Tapi face shield saja tidak memberikan perlindungan maksimal," tegasnya.