Beauty, serangan panik atau panic attack merupakan munculnya rasa takut yang berlebihan secara tiba-tiba. Biasanya, kondisi seperti ini bisa disebut serangan kegelisahan ditandai dengan adanya detak jantung yang sangat cepat, napas tersendat-sendat, pusing, tegang otot, dan gemeteran.

Selain itu, serangan panik mampu bertahan sampai beberapa menit bahkan setengah jam atau lebih. Serangan panik bisa dialami oleh setiap orang sekali ataupun beberapa kali, yang biasanya akan menghilang jika suatu keadaan yang menjadi pemicunya berakhir. Namun, jika serangan panik terjadi secara berulang kali dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini merupakan gangguan panik.

Serangan panik atau panic attack akan berlangsung selama 5 menit sampai 10 menit, tapi jika kondisi yang sudah parah bisa dalam waktu dua jam. Usai terkena serangan panik, kamu akan mengalami kelelahan atau lemas. Enggak hanya itu saja, kondisi seperti ini sangat menyiksakan batin, sebab rasa takut yang kamu alami dapat kembali dan membuat kamu mengalami serangan panik lagi.

Baca Juga: Stop! Jangan Samakan Lagi Serangan Panik dan Serangan Kecemasan, Ini Bedanya!

Faktor penyebab serangan panik

Faktor pemicu serangan panik dipicu oleh stres yang berlebih, masuk kelingkungan yang ramai dan sesai, faktor genetik atau keturunan, mengalami trauma dan bikin tertekan, konsumsi kafein alkohol, dan napza.

Penanganan serangan panik

Penanganan serangan panik bertujuan untuk meredakan rasa panik seseorang agar lebih rileks dan bertambah baik. Nah, untuk penanganannya bisa mengonsumsi obat dan pergi ke psikoterapi. Keduanya bisa dilakukan secara bersamaan tergantung kondisi keparahan yang dialami.

Obat-obatan yang mampu meredakan panik, yakni Fluoxetine, Sertraline, Venlafaxine, Alprazolam, Clonazepam. Obat-obatan tersebut minimal harus dikonsumsi selama satu tahun lamanya dan tak bisa dihentikan secara tiba-tiba, melainkan harus perlahan untuk mengurangi dosisnya.

Cara yang kedua menjalankan terapi. Biasanya terapi mampu mengobati penderita serangan panik. Penderita juga dibimbing untuk memahami dan meyakini bahwa kondisi tersebu enggak akan membayakannya. Hal ini mampu membuat penderita mampu mengatasi serangan panik secara mandiri. Yang dimaksud, penderita diajarkan mengatasi rasa takut terhadap keadaan yang membuatnya panik.