Dunia digegerkan dengan kabar penularan virus corona melalui udara. Kabar tersebut pertama kali berhembus saat ratusan ilmuwan mendesak pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperbarui pedoman kesehatannya. Meski sempat dibantah, akhirnya WHO mengonfirmasi adanya kasus penularan virus corona melalui udara.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis pada pandemi COVID-19 di WHO, mengatakan bahwa penularan virus corona melalui udara atau aerosol sudah diperhatikan oleh WHO sejak awal. Meski begitu, ia juga menegaskan bahwa penularan virus corona lebih umum terjadi melalui tetesan atau droplet.

"Kami telah berbicara tentang kemungkinan transmisi udara dan transmisi aerosol sebagai salah satu mode transmisi COVID-19," jelasnya.

Baca Juga: Dokter: Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran?

Baca Juga: Waduh, Cuma Ada 3 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Corona Baru Per 7 Agustus 2020! di Mana Saja?

"Penularan aerosol adalah salah satu mode penularan yang telah kami perhatikan sejak awal, terutama dalam pengaturan layanan kesehatan di mana kami tahu tetesan (droplet) ini dapat aerosolis yang berarti dapat bertahan di udara lebih lama," imbuhnya.

WHO merilis pedoman kesehatan baru tentang penularan virus corona yang mengakui beberapa laporan tentang penularan virus corona melalui udara. Sebelumnya, WHO mengatakan cara utama COVID-19 menyebar adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi.