Menu

Diprediksi Melonjak Dua Hingga Tiga Bulan Pertama, Begini Cara yang Tepat Beradaptasi dengan Varian Omicron

24 Februari 2022 17:00 WIB
Diprediksi Melonjak Dua Hingga Tiga Bulan Pertama, Begini Cara yang Tepat Beradaptasi dengan Varian Omicron

Ilustrasi pandemi yang belum juga usai. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bandung —

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun masih memunculkan varian-varian mutasi lainnya. Omicron menjadi salah satu varian yang baru muncul akhir-akhir ini. Tingkat penularannya yang cepat juga ternyata membuat beberapa negara kembali memberlakukan aturan guna untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Dalam acara DBS Asian Insight Conference 2022 pada Kamis (24/2/2022), pakar mikrobiologi Universitas Indonesia Prof. dr. Amin Soebandrio, memprediksi puncak kasus Covid-19, khususnya varian Omicron, muncul dalam dua sampai tiga bulan sejak kasus pertama terdeteksi. Hal ini pun membuat masyarakat Indonesia harus tetap waspada dan diharapkan untuk cepat beradaptasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun juga memperkirakan  penularan virus corona akan berlangsung dalam waktu yang lama. Untuk itu, ia menilai masyarakat harus bisa beradaptasi dengan pandemi corona. Dengan demikian, warga bisa memutar roda perekonomian, hidup secara produktif, serta menjaga sistem kesehatan. 

"Sesuai prediksi para ahli, pandemi akan berlangsung lama. Tidak ada yang tahu berapa lama," kata Budi dalam DBS Asian Insight Conference 2022, Kamis (24/2). 

Budi mengatakan, selama pandemi Covid-19, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan terus diterapkan yang disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Selain itu, pemerintah akan memperkuat pelaksanaan 3T yaitu testing, tracing dan treatment serta mempercepat laju vaksinasi Covid-19. "Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan di antaranya meningkatkan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kerja sama dengan kementerian/lembaga, TNI-Polri hingga organisasi masyarakat dalam vaksinasi dan edukasi," ujarnya. 

Budi juga mengatakan, saat ini, pihaknya berupaya melakukan transformasi sistem kesehatan dengan fokus pada 6 pilar utama yaitu, transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan. Kemudian, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, dan transformasi sistem teknologi kesehatan. "Dengan menjalankan 6 transformasi kesehatan ini, diharapkan Indonesia akan memiliki sistem kesehatan yang jauh lebih baik, lebih kuat ditengah ancaman kesehatan global dan terintergrasi dengan sistem kesehatan dunia," ucap dia.

Baca Juga: Salut! Putri Sofia Bantu Kerja di RS Lawan Covid-19

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Aaliyah Massaid Nyanyikan Lagu 'Saling Peduli'

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.