Menu

5 Penyebab Makan Berlebihan, Salah Satunya Jadi Tanda Diabetes

02 Maret 2022 17:00 WIB
5 Penyebab Makan Berlebihan, Salah Satunya Jadi Tanda Diabetes

Mengonsumsi junk food. (Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Tubuh membutuhkan makanan untuk membuat energi. Namun, intensitas makan juga harus diperhatikan tak boleh kurang apalagi lebih.

Makan berlebihan dapat membahayakan kesehatan apabila berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Dampak buruk dari makan berlebihan bisa memicu lambung dan bisa menyebabkan perubahan komposisi tubuh secara keseluruhan.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology: Endocrinology and Metabolism mengatakan bahwa makan berlebihan sesekali tak menimbulkan efek samping apa pun, tetapi jika dilakukan secara teratur dapat memengaruhi berat badan, konsentrasi lemak, dan kadar gula darah.

Nah, itu berarti makan berlebihan juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan tertentu lho. Dilansir dari Times of India (2/3/2022) berikut 5 masalah akibat makan berlebihan secara teratur:

Sebabkan diabetes

Makan berlebihan dapat menyebabkan kelebihan berat badan, yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 kata American Diabetes Association.

Makan berlebihan secara kronis menghentikan sel darah untuk mengubah glukosa darah menjadi energi dan membuatnya sulit untuk mengontrol kadar gula darah, meningkatkan risiko diabetes.

Gangguan tidur

Makan berlebihan dapat menyebabkan kelesuan dan mempengaruhi pola tidur seseorang. Makan terlalu banyak juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut dan membuat Anda sulit untuk tidur.

Penumpukan lemak yang berlebihan

Sering makan berlebihan dapat memperlambat pencernaan, yang pada gilirannya akan menyebabkan penyimpanan makanan ke dalam perut untuk jangka waktu yang lebih lama, meningkatkan penyimpanan lemak ekstra dalam tubuh.

Mendapatkan lebih banyak nutrisi daripada yang Anda butuhkan juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas.

Risiko penyakit jantung

Makan berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan penyakit jantung. Makan berlebihan dapat melepaskan hormon stres, yang pada gilirannya meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.

Orang yang sudah memiliki penyakit jantung meningkatkan risiko serangan jantung meningkat 4 kali lipat, jika mereka sering makan berlebihan.

Gangguan fungsi otak

Terlalu banyak kalori dapat menyebabkan kehilangan memori dan penurunan kemampuan mental. Makan berlebihan dapat mengganggu produksi uroguanylin, hormon yang membantu mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

Baca Juga: Olahraga Ringan Bisa Cegah Diabetes, Ini Faktanya

Baca Juga: Bencana Sumatera, Terapi Insulin Jadi Penopang Hidup

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Nada Saffana

Artikel Pilihan