Beauty, ada kabar bahagia! Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut telah siap memproduksi rapid test buatan Indonesia. Selain itu, dikabarkan pula keakuratan alat rapid test ini mencapai 98,4 persen lho.

"Akurasinya sesuai dengan uji validasi. Kita uji validasi ke hampir 10 ribu pasien atau orang-orang yang memerlukan rapid test ini. Dari 10 ribu itu kita mendapatkan sensitivitasnya 98,4 persen untuk IgG, untuk IgM 74 persen," imbuh Hammam Riza selaku Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat konferensi pers yang disiarkan BNPB, Rabu (15/7/2020).

Tak bekerja sendirian, dalam menciptakan rapid test buatan lokal ini pihak BPPT bekerja sama dengan beberapa pihak kesehatan. Alat ini sudah diluncurkan sejak bulan Mei lalu seharga Rp75 ribu.

Baca Juga: Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Virus Corona, IDI: Obat Apapun Harus Ada Pembuktian Ilmiah!

Baca Juga: Wow, Tambah 1.815 Kasus Positif Corona Per 5 Agustus 2020! Ini 5 Provinsi yang Sumbang Angka Tertinggi...

“Kita bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dengan Unair dan kemudian ada industri kesehatan PT Hepatika Mataram itu menghasilkan produk rapid diagnostic test kit yang sudah diluncurkan pada hari kebangkitan inovasi Indonesia tanggal 20 Mei yang lalu. Harganya Rp75.000,” sambungnya.

Sudah melewati berbagai uji validasi, pihak BPPT pun mengatakan akhir pekan ini siap untuk memproduksi 100 ribu rapid test buatan lokal.

"Insya Allah akhir minggu ini sudah 100.000 kit kita produksi. Dan akan kita skill up, akan kita tingkatkan produksinya hingga bulan depan itu satu juta kit perbulan bisa kita produksi,” sambungnya.

"Kami bangga dengan produk ini sebab sudah diuji validasi dengan virus Covid-19 yang strain-nya ada di Indonesia," tutupnya.

Baca Juga: Soal Obat Herbal Corona Hadi Pranoto, Kemenristek: Dia Bukan Anggota Penelitian Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19

Baca Juga: Wah, Kemenkes Jelaskan 4 Tahap Uji Klinis Vaksin Virus Corona! Apa Saja Ya?