Dear working moms, kamu tahu betul betapa berharganya waktu bagi seorang ibu. Di sini kamu dituntut untuk bisa menyeimbangkan waktu antara karier dan juga mengasuh si kecil. Enggak bisa dipungkiri lagi kalau terkadang kesibukanmu berimbas pada perhatian untuk si kecil. Beauty, sesibuk apa pun kamu sudah sepatutnya memberi kehangatan untuk sang buah hati lewat perhatian-perhatian kecil yang kamu berikan kepadanya.

Beauty tahu enggak sih, sebuah penelitian menunjukkan kalau anak yang dekat dengan ibunya akan terlindungi dari depresi dan kecemasan. Oleh karena itu, kedekatan anatara seorang ibu dan anak menjadi hal yang sangat pentig dilakukan.

Nah, biar kehormonisan hubungan antara orang tua dan anak tetap terjaga, yuk tiru tiga teknik yang bisa kamu lakukan untuk tetap dekat dengan si kecil, meski sibuk sekali pun. Mengutip dari laman sindikasi Muslimah DailyKamis (16/7/2020), simak terus ulasan berikut!

Baca Juga: Wadaw! Daging Beku? Lakukan 3 Cara Aman Supaya Daging Bisa Diolah

Baca Juga: Enak Banget! 9 Macam Sambal Ini Harus Moms Coba di Rumah, Bikin Ngeces...

Dengarkan perasaanya

Beauty, sering enggak disadari sebagai seorang ibu kamu kerap menolak untuk mendengarkan emosi negatif yang dirasakan oleh si kecil. Kebanyakan di antara kamu langsung mencari cara untuk memperbaiki perasaan negatif sang buah hati. Mendengarkan perasaan si kecik kerap dianggap menghabiskan banyak waktu dna menguras energi. 

Salah satu cara untuk membantu seorang anak yang bermasalah adalah dengan memahaminya kemudian menyampaikan pemahaman itu dengan tulus. Misalnya, si kecil enggak mau pergi keluar rumah karena bajunya kekecilan, daripada kamu menyelesaikan masalah dengan keluar membeli pakaian yang baru, kamu bisa mencoba untuk menunjukkan sikap empati.

Cobalah katakan, “Sangat enggak nyaman ya enggak menyukai penampilan sendiri. Bunda juga suka merasa seperti itu.”

Begitu anak merasa mengerti dan berempati, ia biasanya akan lebih tenang dan enggak merasa kesepian dalam situasi sulit. Sebelum kamu menyadarinya, si kecil mungkin sudah mengatasi masalah sendiri setelah mendapat empati dari bundanya.

Baca Juga: Jangan Berikan Data Pribadi Pada Orang Asing, Moms Harus Lakukan Ini Guna Mencegah Serangan Siber!

Baca Juga: Emas Antam Banting Harga, Working Moms Siap Investasi!

Bantu mengatasi kekhawatiran

Kekhawatiran sering kali mencakup rasa takut seorang anak akan kesanggupan, kemungkinan akan kehilangan, serta tantangan baru. Apabila orangtua mengabaikan kekhawatiran anak, sikap itu bisa merugikan si kecil.

Kekhawatiran seorang anak sama halnya seperti orang dewasa. Sering kali, orangtua lupa apa yang dikhawatirkan seorang anak karena ia juga dihantui rasa khawatir. Seorang anak yang cemas sering kali merasa sulit untuk menikmati kehidupan. Beauty, kamu harus sering-sering bertanya kepada si kecil apakah ia khawatir terhadap sesuatu hal atau enggak. 

Kalau seorang anak mengutarakan kekhawatirannya, maka sebagai orang tua kamu harus menghormatinya. Misalnya seorang anak memiliki suatu ketakutan. Kamu bisa mengatakan, “Itu adalah kekhawatiran yang besar. Bunda mengerti. Bunda juga dulu mengkhawatirkan tentang hal itu. Apa yang bisa bunda bantu?”

Ketika orangtua berempati dengan kekhawatiran, maka anak akan merasa dimengerti. Saling berkolaborasi antara anak dan orangt ua akan membuat hubungan keduanya lebih dekat. Anak akan cenderung membuka diri terhadap orangtua karena merasa dimengerti.

Dengarkan

Beauty, kalau si kecil ingin menceritakan kejadian menarik di sekolahnya, cobalah dengarkan dengan perasaan yang tulus. Kalau si kecil enggak menceritakan hal ini kepada kamu, kamu bisa bertanya mengenai kegiatannya, seperti “Apakah ada hal lucu yang terjadi di sekolah hari ini?”

Dengan begitu, si kecil akan memulai untuk bercerita ketika ia melihat orang tuanya menunjukkan ekspresi tertarik. Ketika seorang anak merasa aman dan bahagia semuanya akan berjalan dengan baik. Jadi, daripada kamu hanya berfokus pada perilaku, kegiatan, dan bagaimana seorang anak memandang dunia luar, lebih baik kamu mengetahui perasaannya.

Semoga bermanfaat!