Beauty, tahukah kamu kalau body goals itu sebenarnya terbentuk dari stereotip masyarakat saja? Kalau model, ya memang pekerjaannya yang menuntut harus punya tubuh yang "ideal sebagai model". Tapi gak berarti tubuh model itu kamu jadikan patokan, memangnya kamu model?

Body Goals seharusnya kondisi di mana kamu benar-benar nyaman sama tubuhmu sendiri, tanpa memikirkan berat badanmu berapa atau apa kata orang tentang kondisi tubuhmu. Toh, selagi kamu sehat, ya badanmu adalah bentuk terbaik, kalau kamu mencintai dirimu ya itu bentuk tubuh terbaikmu. Kenyataannya, orang-orang akan terus berkomentar apa saja yang mereka mau tentang tubuhmu. Bukan salah badan kamu, lho.

Apa yang keluar dari mulut terpancar dari hati. Kalau yang keluar dari mulut mereka adalah hal-hal negatif, mau itu tentang tubuhmu atau hal lain, berarti hati mereka kurang bahagia. Daripada jadi baper, kayaknya malah kamu perlu kasihan sama mereka. Enggak enak, lho, kalau hati galau, resah dan penuh kebencian terus. 

Baca Juga: Perjuangan Istanbul Convention, Wanita Butuh Ruang Aman!

Baca Juga: Duh Seksinya.. Begini Potret Nia Ramadhani Pakai Baju Renang di Pantai, Bikin Warganet Ngezoom!

Dimaafkan aja dan ingat kalau sebenarnya sentilan mereka tentang tubuhmu gak ada hubungannya sama tubuhmu, tapi ada hubungannya sama kondisi jiwa mereka.

Sekarang, bagaimana caranya kamu bisa benar-benar nyaman sama tubuh kita sendiri? Sederhana saja, tapi sebenarnya agak susah karena sebagai makhluk sosial membandingkan diri dengan orang lain itu sudah jadi sifat manusia. Nah, kalau mau nyaman sama diri sendiri ya kuncinya di situ, dengan mengapresiasi diri dan tubuhmu sendiri.

Mungkin klise, tapi mulai dari bersyukur atas tubuhmu. Apalagi di tengah pandemi ini. Kamu sehat dan nggak harus dirawat karena COVID-19 saja sudah jadi alasan buat mengapresiasi badanmu, kan? Secara ada yang "body goals" tapi tetap ketularan, kan. 

Pada akhirnya, mereka tentunya lebih memilih punya sistem imunitas dan keberuntungan kamu, daripada punya perut six-pack, Apresiasi tubuh juga enggak berarti kamu harus pamer badan dan buka-bukaan di medsos. 

Baca Juga: Wow.. Wanita Ini Punya Pinggang Super Kecil, Rahasianya Cuma...

Baca Juga: Awalnya Gemuk Jadi Punya Body Goals, Wanita Ini Balas Dendam Usai Bercerai dengan Suami

Kecuali memang itu tujuannya, seperti the Kardashians and sejenisnya. Cuma kalau tujuannya pengen apresiasi tubuh, ya kurang tepat dan enggak efektif juga, sih.

Dilansir dari beberapa sumber, mengapresiasi tubuh cukup menjadikan kamu nyaman dengan diri sendiri di mana saja, kapan saja. Berpakaian sesuai dengan kenyamanan diri, berarti kalau memang gak nyaman pakai baju seksi ya enggak usah. 

Kalau memang enggak sreg pakai baju tertutup ya enggak harus juga. Mengapresiasi tubuh adalah being kind to your body. Merawatnya dengan baik. Kasih makan yang benar. Diajak gerak biar otot enggak kaku. Apalagi kalau sudah lebih berumur, ya. Tidur dan istirahat yang cukup juga penting.

Pokoknya mengapresiasi tubuhmu adalah merasa nyaman dengan tubuh sampai pada satu titik kamu enggak peduli apakah lengan terlihat besar, atau perut berlipat saat duduk, atau enggak perlu menyiasati pose pas lagi foto bareng biar kelihatan kurus. Sudah enggak masalah lagi buatmu orang mau ngomong apa soal tubuh ini. Buat kamu, tubuh itu sudah Body Goals. Semakin banyak dari masyarakat yang semakin nyaman sama diri kamu, lama-lama orang lain pun gak punya pilihan selain menerima dan mendukung.

Yuk, mulai cintai dirimu sendiri!