Ilustrasi pasangan suami istri yang bertengkar. (womantalk.com/Edited by Herstory)
Berhubungan intim menjadi ritual penting bagi pasangan yang telah menikah. Jika pasangan suami istri jarang melakukan hubungan ranjang ternyata bisa mengalami beberapa hal negatif ini lho.
Sebab studi penelitian American Urological Association mengungkapkan, seorang pria yang rutin berhubungan seks dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat sebanyak 20%. Selain itu, ejakulasi sering kali dapat mengeluarkan zat berbahaya dari prostat.
Berikut ini ada 4 masalah yang terjadi pada tubuh ketika kamu jarang melakukan hubungan seks. Apa saja? Simak ulasannya.
Wanita sering merasa lebih tertekan ketika mereka tidak melakukan hubungan, menurut studi dalam jurnal Archives of Sexual Behaviour.
Tapi itu bukan karena kurangnya aktivitas hubungan yang mereka dapatkan.
Peneliti mengatakan bahwa beberapa senyawa yang ditemukan dalam air mani, termasuk melatonin, serotonin, dan oksitosin, memiliki manfaat dalam meningkatkan suasana hati bagi wanita yang melakukan hubungan tanpa kondom.
Namun, hubungan tanpa kondom sangat tidak dianjurkan, kecuali kamu setia hanya dengan satu pasangan seumur hidup.
Hampir 80i infeksi saluran kencing terjadi dalam waktu 24 jam setelah hubungan.
Saat berhubungan, bakteri di area sensitif wanita dapat terdorong ke dalam uretra, di mana hal itu dapat menyebabkan infeksi.
Sehingga, sisi baiknya bagi wanita, jika kamu tidak pernah berhubungan, maka risiko kamu mengalami kondisi buang air kecil menyakitkan berkurang.
Menurut dr. Cory B. Honickman, sistem kekebalan tubuh kita akan semakin lemah jika tidak melakukan hubungan.
Jika kamu ingin menghindari demam dan flu, melakukan hubungan secara rutin dapat membantu.
Para peneliti di Wilkes-Barre University di Pennsylvania menemukan bahwa orang yang melakukan hubungan sekali atau dua kali seminggu dapat memiliki peningkatan immunoglobulin A (salah satu pertahanan tubuh terhadap virus), sebanyak 30% dibandingkan mereka yang tidak atau jarang melakukan.
Saat kamu merasa stres, baik di tempat kerja atau masalah lainnya yang membuat kamu tertekan, hubungan bisa menghilangkan ketegangan itu.
Sebuah studi penting tahun 2005 yang diterbitkan dalam jurnal Biological Psychology menyarankan berhubungan jauh lebih efektif daripada masturbasi.
Hubungan meningkatkan kadar endorfin dan hormon oksitosin yang diproduksi oleh otak yang dapat mengurangi efek kortisol, hormon penyebab stres.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.