Pandemi virus corona sampai saat ini belum juga berakhir. Setiap harinya, pasien yang positif terinfeksi virus corona pasti bertambah, khususnya di Indonesia. Tapi, ada pula negara-negara yang mulai menjalani aktivitas normal seperti biasa karena kasusnya sudah mulai ada penurunan, seperti di Malaysia.

Saat ini Malaysia sudah memasuki fase pemulihan Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) yang dimulai pada 10 Juni hingga 31 Agustus 2020. Kementerian Kesehatan Malaysia terbukti telah berhasil menurunkan grafik pasien positif corona secara signifikan.

Seiring dengan kondisi tersebut, Pemerintah Malaysia juga telah mengumumkan dibuka kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan dari luar negeri pada 19 Juni 2020. Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyampaikan sejumlah prosedur yang telah disetujui oleh pemerintah terkait perawatan kesehatan di Malaysia.

Baca Juga: Viral! Wanita Asal Malaysia Ini Alami Perubahan Muka saat Hamil

"Kami menyambut baik keputusan pemerintah untuk kembali membuka perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan yang diikuti dengan kontrol dan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini menandakan kemajuan yang sangat positif untuk perekonomian Malaysia serta bangkitnya industri wisata kesehatan kami," kata Yazmin Azman, Chief Commercial Officer MHTC.

MHTC membuka peluang untuk wisatawan kesehatan yang membutuhkan perawatan khusus dan intensif, termasuk pasien dari Indonesia, dapat mengajukan permohonan masuk ke Malaysia selama periode PKPP. Pasien wajib membuat perjanjian dengan rumah sakit anggota MHTC. Kemudian, rumah sakit akan mengajukan 'Izin Masuk Malaysia untuk Perawatan Medis' melalui MHTC.

Pasien yang akan menjalankan perawatan kesehatan wajib mematuhi peraturan imigrasi yang difasilitasi oleh MHTC. Pasien juga harus menjalankan isolasi selama 14 hari di rumah sakit anggota MHTC. 

Pasien dari luar negeri dengan tujuan perawatan kesehatan dibagi menjadi tiga fase, seperti berikut ini

  1. Fase 1, selama periode PKPP dan pemberlakuan pembatasan antarbangsa. Wisatawan kesehatan juga diwajibkan menggunakan transportasi pesawat evakuasi medis, penerbangan sewaan, atau pesawat pribadi.
  2. Fase 2, dapat digunakan oleh negara-negara zona hijau dengan menggunakan pesawat komersial, tapi enggak menutup kemungkinan untuk menggunakan pesawat evakuasi medis dan jet pribadi.
  3. Fase 3, setelah pembatasan antarbangsa enggak diberlakukan lagi.

"Kami senantiasa berupaya memberikan yang terbaik dari Malaysia Healthcare sebagai penyedia layanan kesehatan kelas dunia dengan reputasi Malaysia sebagai World's Healthcare Marvel," kata Norhaslina Othman, Vice President Facilitation MHTC.

"Dengan dibukanya akses perawatan kesehatan bagi pasien luar negeri yang membutuhkan perawatan secara intensif, kami berharap wisatawan kesehatan akan terus mendapatkan pelayanan kesehatanyang berkualitas di Malaysia, terutama di masa pandemi ini," tutupnya.