Pandemi virus corona masih terus berlangsung diberbagai negara. Salah satunya di Indonesia yang setiap harinya kian menambah jumlah kasus COVID-19. Cara paling mudah dan murah dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus corona adalah dengan menggunakat alat rapid test.

Meskipun tak akurat 100 persen, alat rapid test masih sangat diperlukan untuk mendeteksi infeksi virus corona, terutama bagi orang yang memiliki risiko tinggi tertular atau untuk orang-orang yang habis bepergian. Dengan begitu, pemerintah Indonesia pun masih tetap menggunakan alat rapid tes, meski pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk menggunakan rapid test demi tujuan penelitian.

"Kami menyimpulkan bahwa rapid test masih diperlukan sebagai upaya yang bisa membantu untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak," terang dr. Reisa Broto Asmoro selaku Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat konferensi pers di BNPB, Sabtu (19/7/2020).

Baca Juga: Sensitivitas Capai 98%, Rapid Test Corona Buatan Indonesia Siap Diproduksi Massal

Baca Juga: Gelar Resepsi Pernikahan, Tara Basro Adakan Tes Rapid Massal untuk Tamu Undangan

"Namun pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan RT PCR (real time polymerase chain reaction) atau dengan sampel swab. Rapid test dapat digunakan untuk penapisan atau screening pada populasi tertentu yang dianggap beresiko tinggi dan pada situasi khusus seperti pada pelaku perjalanan serta untuk menguatkan pelacakan kontak erat dan pada kelompok rentan resiko," sambungnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa penggunaan rapid test jadi salah satu upaya pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menekan angka kasus infeksi virus corona. Meski begitu, ia juga mengatakan bahwa penggunaan alat rapid test bukan untuk kepentingan diagnostik.

"Penggunaan rapid test mengikuti perkembangan teknologi terkini dan rekomendasi WHO," katanya.

Ia pun merasa bangga karena kini Indonesia bisa menciptakan rapid test sendiri sehingga deteksi infeksi virus corona bisa dilakukan secara skala besar dan merata.

Baca Juga: Ahli Sebut Tes Antibodi Tak Akurat untuk Corona, Kenapa Begitu?

Baca Juga: Aduh! Warganet Dibikin Gagal Fokus dengan Unggahan Hasil Rapid Test Raffi-Nagita: Kirain Test Pack