Baru-baru ini, publik sempat dibuat heboh dengan proses kehamilan super kilat yang dialami oleh seorang ibu di Desa Mandalasari, Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasalnya, ibu yang diketahui bernama Heni ini melahirkan seorang anak laki-laki dengan proses kehamilan hanya satu jam lamanya. 

Peristiwa langka ini rupanya bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia medis. Kondisi ini disebut sebagai Cryptic Pregnancy, di mana seorang wanita yang enggak mengetahui kalau dirinya tengah mengandung dan baru mengetahui hal tersebut beberapa minggu atau beberapa hari sebelum melahirkan.

Cryptic Pregnancy sering disebut sebagai kehamilan samar. Seperti yang dikutip dari laman Medical News Today, Senin (20/7/2020), wanita yang mengalami kehamilan samar ini seringkali enggak mengalami gejala khas kehamilan pada umumnya. Seperti telat menstruasi, merasa mual layaknya ibu hamil, bahkan pembengkakan pada perutnya.

Bayi yang lahir dengan kehamilan samar juga cenderung memiliki berat badan yang kurang. Selain itu, kurangnya perawatan pranetal juga dapat memengaruhi perkembangan sang buah hati. 

Medis mengklasifikasikan kehamilan samar ini menjadi dua, yakni psikotik dan nonpsikotik. Sebuah studi yang dilakukan pada 2011 lalu, wanita dengan penolakan psikotik kehamilan mungkin saja mengidap penyakit mental. Seperti skizofernia atau gangguan bipolar. Mungkin mereka mengalami gejala kehamilan tapi kemungkinan besar dikaitkan dengan penyebab delusi.

Sedangkan, wanita dengan penyangkalan nonpsikotik enggak memiliki riwayat penyakit mental. Medis mengklasifikasikan lagi nonpsikotik ini menjadi tiga kategori, meluas, afektif, dan juga gigih. Mari kita ulas satu per satu!

Pertama adalah meluas atau meresap, biasanya wanita ini mengalami kurangnya emosional yang cukup signifikan sehingga enggak menyadari kalau dirinya tengah hamil. Kedua adalah afektif, di mana wanita mengatahui kehamilan tersebut tetapi enggak siap secara emosional dan juga fisik untuk hamil. Kalau kategori gigih, wanita ini baru menyadari kehamilannya pada trimester terakhir dan menghindari mencari perhatian medis.

Ada enggak sih gejalanya?

Mengutip dari laman Healhline, ahli gizi Debra Sullivan, PhD, mengatakan kebanyakan wanita memperhatikan gejala kehamilan seperti payudara bengkak dan lunak, mood swing, merasa kelelahan, dan mual sejak trimester awal. Tapi, ketika mengalami kehamilan samar, Sullivan mengatakan enggak ada kondisi yang membuat seorang wanita curiga sedang hamil.

Apa sih yang menyebabkan gejala kehamilan tersebut enggak dirasakan oleh seorang wanita? 

Sullivan mengatakan kalau hal ini dikarenakan kadar hormon kehamilan seperti progesteron dan estrogen yang rendah. Fluktuasi hormon bisa menyebabkan sedikit pendarahan dan sering dianggap menstruasi.

Banyak kondisi yang terkait dengan kehamilan samar ini, seperti Polyctstic Ovarian Syndrome (PCOS), perimenopause di mana memiliki gejala mirip dengan kehamilan yang disertai dengan naiknya berta badan dan perubahan suasan hati, penggunaal Pil KB dan pemakaian kontrasepesi sehingga yakin kalau enggak hamil karena merasa sudah 'aman'.

Enggak cuma itu, kehamilan juga sulit dideteksi lantaran sering melakukan aktivitas fisik yang berat, kadar lemak tubuh yang rendah, dan kadar hormon yang rendah.

Seperti apa proses persalinan kehamilan samar?

Sullivan juga mengatakan, proses persalanina pada kehamilan sama ini sama saja seperti persalinan pada umumnya. Hanya saja, bisa jadi belum siap secara psikis menjadi seorang ibu lantaran enggak mengetahui kehamilan tersebut sebelumnya.