Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan unggahan foto musisi kenamaan Anji. Dalam laman instagram pribadinya, Anji membuat pernyataan bahwa ada kejanggalan terhadap kasus corona di Indonesia. Hal itu pun tentu menuai kontroversi. Ada yang sepemahaman dengan Anji, namun tak sedikit juga yang mengecam tindakannya.

dr. Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk Penanganan Virus Corona, pun akhirnya ikut menanggapi kehebohan ini. Ia hanya ingin fokus menangani kasus corona di Tanah Air dan tak mau terlalu menanggapi pernyataan Anji.

"Biar saja. Apakah 2 juta followernya kanak-kanak yang enggak punya pertimbangan rasional?" imbuhnya, Senin (20/7/2020).

Baca Juga: Berada di Bawah Rata-rata Dunia, Ini Strategi Satgas Penanganan COVID-19 Tekan Angka Kematian di 22 Provinsi Indonesia

Baca Juga: Waspada! Penelitian Klaim Vape Meningkatkan Risiko Anak Muda Terinfeksi Virus Corona

"Sakit itu pilihan. Makin dikomentari makin besar kepala," sambungnya.

Selain itu, dr. Yurianto juga mengatakan bahwa perilaku Anji hanya sebagai ajang mencari popularitas. Ia juga meyakini bahwa masyarakat Indonesia kini sudah mengetahui bahaya infeksi corona. Untuk itu, ia pun kembali mengimbau masyarakat untuk mengontrol diri agar tak terpancing dengan hal-hal seperti ini.

"Kita akan membantu popularitasnya. Kepancing semua. Coba pikir sekarang di saat mulai tidak populer, apa yang akan dilakukan?" ungkapnya.

"Apakah masyarakat kita sedemikian bodohnya? Apakah ini hal pertama terjadi? Kita masih ingat orang nyentrik dari Surabaya, terus influencer perempuan. Apa ada yang ngikuti?" tambahnya.

Baca Juga: Wah! Lebih Rendah dari Rata-rata Dunia, 22 Provinsi Indonesia Berhasil Menekan Angka Kematian Akibat Corona

Baca Juga: Ahli Sebut Penggunaan Masker Bisa Ringankan Gejala Corona, Kenapa Begitu Ya?

Seperti diketahui bahwa penyanyi bernama lengkap Erdian Aji Prihartanto yang kini dikenal sebagai Anji mengunggah foto jenazah pasien corona yang berbaring di kasur rumah sakit dengan keadaan dibungkus plastik. Foto tersebut rupanya dipotret oleh pewarta foto Joshua Irwandi. Dalam keterangan foto, Anji menuliskan bahwa corona tak begitu mengerikan. Ia pun dianggap meremehkan pekerjaan pewarta foto Indonesia.

Lihat postingan ini di Instagram

• Foto ini terlihat powerful ya. Jenazah korban cvd. Tapi ada beberapa kejanggalan. 1. Tiba-tiba secara berbarengan foto ini diunggah oleh banyak akun-akun ber-follower besar, dengan caption seragam. Sebagai orang yang familiar dengan dunia digital, buat saya ini sangat tertata. Seperti ada KOL (Key Opinion Leader) lalu banyak akun berpengaruh menyebarkannya. Polanya mirip. Anak Agency atau influencer/buzzer pasti mengerti. 2. Dalam kasus kematian (yang katanya) korban cvd, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh. Saya percaya cvd itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu. Yang mengerikan adalah hancurnya hajat hidup masyarakat kecil. EDIT : saya menulis cvd karena malas menulis covid

Sebuah kiriman dibagikan oleh Anji MANJI (@duniamanji) pada 17 Jul 2020 jam 9:52 PDT