Ilustrasi gangguan menstruasi (Manchaster Evening News/Edited by HerStory)
Menstruasi menjadi salah satu ciri pubertas pada anak perempuan. Ketika wanita sudah mengalami fase ini, itu artinya kalau proses reproduksi wanita sudah aktif.
menstruasi adalah pendarahan secara periodik dari uterus (rahim) yang disertai pelepasan endometrium atau lapisan terdalam rahim. Pendarahan itu terjadi jika ovum (sel telur) tidak dibuahi oleh sperma.
Oleh sebab itu, perempuan yang sedang hamil tak akan mengalami menstruasi, karena ovum sudah dibuahi oleh sperma. Ada 4 fase menstruasi, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi dan fase pasca-ovulasi.
Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum (massa jaringan kuning di dlama ovarium) akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron.
Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Setelah ovum lepas, endometrium menjadi sobek dan meluruh, sehingga dindingnya juga menjadi menipis.
Karena dinding endometrium banyak mengandung pembuluh darah, maka terjadilah pendarahan pada fase menstruasi. Pada umumnya, proses pendarahan berlangsung selama 5 hari dengan rata-rata pengeluaran volume darah sebanyak 50ml.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.