Kebersihan vagina adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh para wanita. Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang harus benar-benar dijaga kebersihannya karena bagian tersebut memiliki suhu yang lembap sehingga sangat berisiko untuk tumbuh bakteri atau jamur.

Kebersihan vagina harus diperhatikan terlebih saat cuaca sedang panas dan berkeringat. Untuk itu, penting membuat kondisi di daerah vagina tetap kering demi mencegah risiko infeksi vagina.

Salah satu jenis infeksi vagina yang kerap kali memapari wanita adalah kandidiasis genital vulvovaginal.  Dikenal juga sebagai infeksi jamur, kondisi ini terjadi ketika jamur normal di vagina tumbuh secara berlebih.

Baca Juga: Mengenal Kanker Endometrium, Jenis Kanker yang Mengintai Kesehatan Reproduksi Wanita

Baca Juga: Apa Itu Gonore pada Wanita?

Namun, jika hal ini terjadi enggak perlu cemas. Pasalnya menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) hampir 75 persen dari semua wanita dewasa memiliki setidaknya satu infeksi vagina. Meksi begitu, kamu enggak boleh menyepelekan hal ini ya!

"Beberapa wanita lebih rentan terhadap infeksi vagina. Jika ini risiko kondisi ini akan meningkat saat musim panas," kata Dr. Andrea Randall, seorang ginekolog di Eisenhower Women's Health di La Quinta, California, kepada Medical Daily.

Saat musim panas biasanya terjadi kenaikan suhu yang menyebabkan peningkatan produksi keringat untuk mendinginkan berbagai bagian tubuh, termasuk vulva (lubang eksternal vagina). Namun, jamur akan tumbuh subur di lingkungan lembap akibat keringat seperti pada musim panas. Saat vagina lembap tentu akan meningkatkan risiko infeksi kulit.

"Infeksi jamur dan vaginosis bakteri adalah infeksi vagina yang paling umum terjadi setiap saat sepanjang tahun, namun mereka lebih umum di musim panas," tegasnya.

Baca Juga: Perlukah Gunakan Sabun Pembersih Kewanitaan? Ini Jawaban Ahli

Baca Juga: Bukan Bau Ikan Asin! Inilah Aroma Organ Kewanitaan yang Harus Kamu Ketahui!

Ini artinya apa pun yang meningkatkan retensi panas dan keringat dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan dan meningkatkan kemungkinan infeksi vagina dan saluran kemih (ISK).