Kasus virus corona di Tanah Air masih terus meningkat. Untuk itu, pemerintah gencar melakukan pencegahan guna melindungi diri dari infeksi corona. Pencegahan penyebaran virus corona bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan mengecek suhu tubuh menggunakan thermo gun, alat pengukur suhur bersinar inframerah.

Namun, baru-baru ini beredar kabar bahwa penggunaan thermo gun bisa merusak otak. Kabar tersebut pun tentu membuat masyarakat menjadi khawatir akan kesehatannya.

Untuk itu, dr. Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona ikut memberi tanggapan. Ia menegaskan bahwa kabar thermo gun menyebabkan kerusakan otak adalah hoaks atau menyesatkan.

Baca Juga: Dokter: Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran?

Baca Juga: Waduh, Cuma Ada 3 Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Corona Baru Per 7 Agustus 2020! di Mana Saja?

"Akhir-akhir ini kita mendengar pendapat thermo gun bisa merusak otak. Secara ilmiah berbagai ahli sudah mengatakan bahwa statement ini tidak benar," tegasnya saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (20/7/2020).

"Statement soal thermal gun merusak otak adalah statement yang salah. Ini akan membahayakan semua orang dan justru kontraproduktif untuk mencegah agar penularan tidak terjadi," tambahnya.

Dengan begitu, ia pun kembali mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menyerap informasi. Jangan sampai masyarakat termakan informasi yang tak berlandaskan penelitian ilmiah atau berita hoaks. Ia menegaskan bahwa cara kerja thermo gun mengukur suhu tubuh manusia dengan sinar inframerah bukan menggunakan sinar radioaktif semacam X-Ray.

"Ini tidak benar. kesulitan ini tidak usah ditambah dengan berita yang menyesatkan karena ini akan membuat masyarakat semakin panik," pungkas dr Yuri.

Baca Juga: Rekor Lagi! Tambah 2.473 Kasus Positif Corona Per 7 Agustus 2020, Ini Sebarannya di Indonesia...

Baca Juga: Duh! Murid SD Ini Kena Virus Corona di Hari Pertama Sekolah