Ilustrasi nyeri dada karena angin duduk. (Pinterest/Freepik)
Beauty, apa kamu sering merasa nyeri di bagian dada?
Kalau iya, berarti kamu enggak boleh mengabaikannya karena itu bisa menjadi tanda suatu penyakit atau masalah kesehatan yang berbahaya.
Nyeri dada bisa berkaitan dengan penyakit jantung, paru-paru, kerongkongan, dan lainnya. Jika diabaikan dan enggak ditangani dengan serius, kondisi nyeri dada bisa berakibat fatal.
Melansir dari WebMD, berikut ini beberapa penyebab nyeri dada yang enggak boleh diabaikan. Apa saja? Yuk, simak baik-baik, ya!
Nyeri dada yang disebabkan oleh serangan jantung mirip dengan nyeri dada akibat jantung koroner, tapi rasanya nyeri akan lebih parah.
Rasa nyeri ini biasanya dirasakan di bagian tengah atau sisi kiri dan enggak hilang dengan cepat. Rasa sakit disertai dengan berkeringat, mual, sesak napas, dan kelelahan.
Penyakit ini dikenal dengan pleuritis atau iritasi pada lapisan paru-paru. Selain nyeri dada, radang selaput paru-paru juga ditandai dengan nyeri saat bernapas, batuk, dan juga bersin.
Nyeri dada juga bisa terjadi karena GERD. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa asam di mulut dan sensasi terbakar di dada dan tenggorokan.
Nyeri dada juga bisa muncul karena otot yang tegang. Batuk yang sangat keras dapat melukai otot dan tendon di antara tulang rusuk, sehingga menyebabkan nyeri pada dada.
Nah, itulah beberapa penyebab nyeri dada yang perlu diwaspadai. Semoga bermanfaat!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.